wawako-akui-banyak-komplain-terkait-proyek-ipal
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) — Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Ayat Cahyadi mendorong supaya pembangunan sistem pengolahan air limbah domestik (SPALD) yang saat ini dalam proses pengerjaan cepat selesai dan dikerjakan secara profesional.
Diakui Wawako, ada banyak komplain masyarakat yang sampai kepadanya terkait dampak dan kapan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu itu selesai. Namun dia mengharapkan dukungan dari semua kalangan, karena pekerjaan IPAL ini adalah proyek nasional yang dilaksanakan di Pekanbaru.
"Maka kita patut mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat meski gelombang protes dan komplain dari masyarakat banyak. Mereka bertanya kapan selesai pembangunan IPAL di Pekanbaru," kata Ayat kepada wartawan, Jumat (7/5).
Tanggapan soal IPAL ini disampaikan karena pemko bersama DPRD Kota Pekanbaru saat ini sedang membahas dua rancangan peraturan daerah (Ranperda). Salah satunya Ranperda soal pengelolaan air limbah.
"Ranperda pengelolaan air limbah kini mulai dibahas. Ini sesuai dengan visi Kota Pekanbaru smart city madani di antara pilarnya itu ialah smart environment atau lingkungan yang cerdas atau bersih atau asri atau tidak ada polusi," papar Ayat lagi.
Terkait pengerjaan proyek ini, Ayat katakan, harus ada koordinasi supaya dapat mengurangi dampak.
"Saya selalu menyampaikan dan selalu mendorong agar proyek pembangunan ini bisa cepat selesai. Saya juga sudah melihat langsung proses pembangunannya bersama anggota DPR RI Komisi V tahun lalu," paparnya.
Ayat juga minta dukungan dari masyarakat agar tujuan dari IPAL ini bisa dirasakan nantinya setelah proses pembangunannya selesai.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ruslan Tarigan, juga menegaskan bahwa saat ini, pekerjaan IPAL itu ada empat perusahaan besar PT Hutama Karya (HK) , PT Wijaya Karya (Wika), PT Adhikarya dan PT PP.
"HK dan Wika sudah hampir selesai itu proyeknya, dilanjut kan oleh Adhikarya sama PT PP. Tentu apapun ceritanya kami minta supaya pekerjaannya cepat diselesaikan,’’ kata Ruslan.
Tidak hanya itu, politisi PDI Perjuangan ini minta kepada kontraktor agar bekerja dengan tidak membiarkan risiko di titik pekerjaannya, seperti membiarkan jalannya berdebu saat cuaca panas, berlubang dan berlumpur saat hujan.
"Jadi yang seperti ini harus jadi perhatian, supaya berkurang juga protes masyarakat," tuturnya. (gus)
Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk April 2026 dipastikan hampir…
Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…
Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…
Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…
SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…
Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…