Categories: Pekanbaru

Satgas Pantas Mulai Data Anak Putus Sekolah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah resmi dibentuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Satuan Tugas (Satgas) Pengentasan Anak Tidak Sekolah (Pantas) akan langsung mulai melakukan pendataan anak tidak sekolah dan putus sekolah yang ada di Provinsi Riau.

Ketua Satgas Pantas Provinsi Riau Pahmijan mengatakan, masih tingginya angka anak tidak sekolah dan putus sekolah di Provinsi Riau dorong pemerintah bentuk Satgas Pantas dan Sistem Informasi Pengentasan Anak Tidak Sekolah (Sipantas) di Riau. Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dan berkoordinasi dengan Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution.

“Satgas Pantas dan Sipantas ini dibentuk agar mampu menyentuh akar permasalahan anak tidak sekolah di Riau,” kata Pahmijan.

Ia juga menjelaskan, Satgas Pantas Riau dibentuk dari kalangan pemerintahan, akademisi, tokoh masyarakat dan praktisi pendidikan yang ada di Provinsi Riau. “Satgas Pantas bertujuan untuk menemukan akar masalah dari anak tidak sekolah dan berupaya mencari solusi permasalahan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Pahmijan yang juga Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengungkapkan bahwa Sipantas dibentuk dengan tujuan sebagai sarana yang digunakan untuk pendataan, verifikasi dan validasi.

“Tentunya untuk anak yang tidak sekolah atau putus sekolah agar mendapatkan pendidikan layak,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Pahmijan, dengan pendataan dari Satgas Pantas maupun sistem informasi diharapkan kebijakan yang akan diambil bisa lebih tepat sehingga sumber daya manusia di Provinsi Riau lebih baik lagi.

Karena, menurut pihaknya, setiap masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan diri menurut UUD 1945. Namun demikian, hal ini tidak mudah untuk diwujudkan, banyak motif masalah yang melatarbelakangi.

“Di antaranya permasalahan ekonomi, lingkungan, kurangnya minat, sosial, internal keluarga dan sosial jadi beberapa faktor penyebab anak putus sekolah dan tidak bersekolah,” ujarnya.

Pahmijan menuturkan, luasnya daerah di Provinsi Riau membuat Dinas Pendidikan kesulitan mengatasi masalah ini, karena itu butuh pula dukungan berbagai pihak. “Satgas Pantas yang terdiri dari berbagai pihak dari berbagai daerah di Riau diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan anak tidak sekolah sehingga dapat dientaskan,” pungkasnya.(sol)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

18 jam ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

18 jam ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

18 jam ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

19 jam ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

19 jam ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

19 jam ago