Categories: Pekanbaru

PTM Tak Syaratkan Siswa Divaksin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Vaksinasi Covid-19 tidak menjadi syarat bagi siswa atau peserta didik untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). PTM di Pekanbaru akan diterapkan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun dari level 4 ke level 3.

Saat PTM diterapkan, siswa masih bisa mengikuti belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat walaupun belum divaksin Covid-19.

Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Senin (6/9) mengatakan, meski tidak menjadi syarat dalam belajar tatap muka, pihaknya terus mendorong untuk percepatan vaksinasi di kelompok pelajar.

"(siswa, red) kami vaksin. Tapi masuk (sekolah, red) tidak menunggu vaksin," kata dia.

Menurutnya, vaksinasi kelompok pelajar saat ini masih berlangsung. Sudah ada sekitar 4 ribu siswa yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Sementara total siswa yang wajib vaksin mencapai 32 ribu siswa.

Ribuan siswa ini terdiri dari sekolah negeri dan swasta dengan usia di atas 12 tahun. Ismardi menyatakan, capaian vaksinasi bagi kelompok pelajar masih rendah. "Baru 4 ribu siswa, kan masih banyak yang belum vaksin. Yang baru vaksin ini kan yang (sekolah, red) negeri," imbuhnya.

Salah satu kendala capaian masih rendah akibat stok ketersediaan vaksin terbatas. Ia berharap jika tambahan vaksin datang dari pusat, agar penerima vaksin juga di prioritaskan untuk kelompok pelajar.

Ia menyebut, sekolah tatap muka akan dimulai jika PPKM Kota Pekanbaru telah turun ke level 3. Sekolah dibuka secara bertahap untuk tingkat SD dan SMP. Rencananya sekolah tatap muka bakal dimulai pekan ini seiring PPKM level 4 di Kota Pekanbaru berakhir.

PTM Harus dengan Prokes Ketat

Dalam pada itu, anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain menyambut, baik rencana Pemko Pekanbaru memulai PTM.Namun ia mengingatkan bahwa PTM harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes yang ketat).

"Tentu kita sambut baik, dan harapan kita, juga harapan banyak orang tua murid supaya sekolah tatap muka bisa segera direalisasikan," ujar Zulkarnain kepada wartawan, Senin (6/9).

Disampaikan politisi PPP ini juga, tren baik dari status Covid-19 ini harapkan dapat dipertahankan oleh perilaku masyarakat yang tetap mematuhi penerapan prokes di mana saja berada. "Melihat tren kasus Covid-19 di Kota Pekanbaru, sangat memungkinkan dan berpeluang untuk melakukan sekolah tatap muka, dan satgas juga harus sudah melakukan pemetaan wilayah," tegasnya.

Disdik Pekanbaru diminta mempersiapkan teknis untuk belajar tatap muka terbatas. Termasuk format yang harus dilaksanakan, yakni membagi jadwal pembelajaran, membagi jadwal masuk, dan jadwal daring. Sebab, sesuai arahan pemerintah, tahap awal sekolah tatap muka tidak bisa langsung semua.

"Intinya semua sekolah sudah harus mempersiapkan diri dengan prokes di sekolah seperti yang pernah di syaratkan, menyediakan tempat cuci tangan, menyiapkan tenaga untuk mengukur suhu badan dan pengawasan penggunaan masker," urainya.

Disampaikan Zulkarnain lagi, dari skema yang diterima Komisi III untuk sekolah tatap muka, dua bulan awal September dan Oktober ini polanya 50 persen tatap muka dan 50 persen belajar daring di rumah. Kemudian setelah dua bulan ke depan, akan dilakukan evaluasi hasil pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas tahap awal.

"Kita terus support untuk belajar tatap muka ini. Tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini yang penting diterapkan tiap hari," sarannya.

Untuk itu juga, dalam pekan ini Komisi III sudah mengagendakan untuk hearing dengan Disdik menyoal teknis sistem sekolah yang akan kembali di buka. "Sudah kami agendakan untuk hearing dengan Disdik," tuturnya.(yls)

Laporan M ALI NURMAN dan AGUSTIAR, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Semarak Ramadan, Pemuda Pangkalan Batang Barat Siapkan Menara Lampu Colok Raksasa

Pemuda Pangkalan Batang Barat Bengkalis menyiapkan menara lampu colok dengan 10 ribu botol untuk memeriahkan…

20 jam ago

Tas Berisi Emas Rp48 Juta Dijambret, Dua Pelaku Diamankan Warga di Pangkalankuras

Dua penjambret tas berisi emas senilai Rp48 juta di Pangkalankuras, Pelalawan ditangkap warga setelah merampas…

20 jam ago

10 Titik Penukaran Sampah Disiapkan di Pekanbaru, Warga Bisa Ubah Sampah Jadi Uang

Pemko Pekanbaru menghadirkan program tukar sampah jadi uang melalui 10 drop point. Warga cukup gunakan…

20 jam ago

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

4 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

4 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

4 hari ago