Categories: Pekanbaru

Penutupan Jalan Jangan Kaku

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penutupan jalan masuk ke Kota Pekanbaru sudah diberlakukan oleh aparat gabungan mulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang. Dari kebijakan ini politisi Gerindra Pekanbaru Nurul Ikhsan menyarankan agar petugas di lapangan tidak terlalu kaku dalam penerapannya, namun tetap tegas.

"Kami mendukung penutupan jalan pintu masuk Pekanbaru jika itu dianggap bisa menekan penyebaran Covid-19,"kata anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan kepada wartawan Kamis (6/5).

Disebut Nurul juga, larangan mudik ini pun mesti dipahami oleh masyarakat guna mendukung dalam menekan penyebaran virus corona di Pekanbaru. Artinya menunda untuk sementara waktu sampai kondisi dinyatakan aman.

"Petugas kami minta tegas namun tidak kaku. Pertimbangkan juga ketika ada warga yang benar-benar punya kepentingan melintas masuk, tentu dengan bukti-bukti yang kuat,"katanya.

Bisa dimaklumi, semisal ada warga yang tanpa mengetahui syarat pengecualian yang disosialisasikan namun punya hajat atau kepentingan ke daerah tujuannya ini mesti jadi atensi untuk dibantu.

Begitu juga bagi masyarakat yang misalkan ada yang bekerja di Pekanbaru, tapi orang Kampar, atau sebaliknya, atau di wilayah Pekan Sikawan (Pekanbaru Siak Kampar Pelalawan, red). "Harus ada dispensasi bagi masyarakat yang bekerja di wilayah perbatasan Pekanbaru-Kampar, misalnya," ungkap Nurul.

Disampaikan Nurul, jika melihat dari tujuan penutupan perbatasan ini untuk membatasi keluar masuk orang, agar tidak ada penularan atau memutus mata rantai penyebaran, maka disarankannya, harus menjadi perhatian juga keramaian di mall, pasar-pasar dan sumber keramaian yang memungkinkan menjadi klaster baru. 

"Harus juga ditertibkan mal yang diyakini bakal dikunjungi banyak orang, dan juga pasar-pasar. Karena jangan pula dibatasi orang masuk, sementara di dalam sumber kerumunan seperti mal-mal itu dibiarkan tetap beroperasi, akan sama saja kesannya tetap juga berkembang Covid-19 nya di Pekanbaru, iya kan," ungkap Nurul.

Yang paling penting ditegaskan Nurul, pada penutupan jalan, sementara warga sudah terlanjur sampai, karena ingin coba-coba melintas, agar tidak menjadi sumber kemacetan parah.

"Perlu diwaspadai jangan sampai terjadi macet, kerumunan, atau penumpukan kendaraan, di pintu masuk itu karena ada yang terlanjur sampai," bebernya.

Maka dari itu, diminta supaya di setiap pintu masuk harus disiapkan tempat memutar balik kendaraan yang luas supaya tidak terjadi macet total.(yls)

Laporan : AGUSTIAR (Pekanbaru)
 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

15 jam ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

17 jam ago

Jembatan Siak I Akan Dipelihara, Arus Kendaraan Dialihkan ke Siak III

Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…

17 jam ago

Pasokan BBM di Riau Naik 27 Persen, Pertamina Respons Lonjakan Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…

18 jam ago

Komjak RI Cek Kejari Pekanbaru, Seluruh Pengaduan Masyarakat Disebut Sudah Ditindaklanjuti

Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…

18 jam ago

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

20 jam ago