Categories: Pekanbaru

Anak Pengungsi di Riau Capai 229 Jiwa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau saat ini menampung 299 anak pengungsi dari berbagai negara. Hal ini bagian dari 963 total pengungsi yang kini berada di bawah pengawasan Kanwil Kemenkunham Riau.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan Rudenim Pekanbaru Bertoni Parluhutan di sela-sela sosialisasi pemenuhan hak anak pengungsi di salah satu hotel di Kota Pekanbaru pada Selasa (5/3) lalu.

“Saat ini terdapat 963 jiwa pengungsi yang berada di Kota Pekanbaru. Dari jumlah keseluruhan tersebut, terdapat 299 jiwa anak pengungsi,” sebut Bertoni.

Jumlah itu menurut Bertoni tidaklah sedikit. Apalagi kelompok ini merupakan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan dan perlindungan.

Terpisah, Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Budi Argap Situngkir memastikan, negara berkewajiban menjamin hak kesehatan dan pendidikan bagi mereka. Kendati pengungsi, negara tetap menjamin masa depan yang lebih baik bagi mereka.

“Kami menyadari bahwa anak-anak pengungsi adalah kelompok yang sangat rentan. Kehadiran mereka di Kota Pekanbaru adalah bukti dari ketidakpastian mereka dalam menghadapi situasi-situasi yang ada saat ini. Oleh karena itu, kewajiban moral kita adalah untuk melindungi dan memastikan hak-hak dasar mereka dapat terpenuhi, salah satunya hak pendidikan dan hak kesehatan,” kata Budi Argap, Rabu (6/3).

Hak kesehatan dan pendidikan, lanjut Argap, adalah pilar penting dalam menjaga martabat dan masa depan anak-anak pengungsi. Maka kegiatan sosialisasi yang digelar pihaknya beberapa hari lalu itu bukan hanya sebagai wadah untuk berdiskusi. Tapi juga sebagai panggung untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan merumuskan langkah-langkah konkret.

Sosialiasi tersebut menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Fira Septiyanti. Kanwil Kemenkumham Riau juga menghadirkan Perwakilan dari International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru David Wibianto.

“Sosialisasi Pemenuhan Hak Kesehatan dan Pendidikan bagi Anak Pengungsi ini diharapkan dapat menciptakan pemahaman yang komprehensif. Sekaligus memberikan solusi invoatif dalam memenuhi hak kesehatan dan pendidikan bagi anak pengungsi,” tutup Argap.(end)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

21 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago