Categories: Pekanbaru

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok Mulai Beranjak Naik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah dipusingkan dengan harga minyak goreng dan daging sapi yang kian meroket, kali ini seluruh emak-emak di Kota Pekanbaru mulai dipusingkan dengan harga keperluan bahan pokok lainnya yang ikutan mengalami kenaikan harga.

Pantauan Riau Pos, Ahad (6/3) di Pasar Dupa Pekanbaru, sejumlah harga keperluan pokok mengalami kenaikan, seperti harga cabai merah keriting, cabai rawit merah dan juga bawang.

Saat ini harga cabai merah bukit di jual berkisar Rp60.000 per kilogramnya, begitu pula dengan harga cabai merah jawa dijual dengan harga Rp58. 000 per kilogram. Sementara itu, untuk bawang merah juga mengalami kenaikan, yakni Rp40.000 per kilogram dibandingkan sepekan sebelumnya, masih berkisar Rp35.000 per kilogramnya.

Selanjutnya untuk cabai rawit merah, sebelumnya dijual seharga Rp50.000 per kilogram kini naik menjadi Rp70.000 per kilogramnya.

Salah seorang pedagang Antoni mengatakan, kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak akhir Februari lalu, di mana saat ini stok barang seperti cabai merah dan cabai rawit serta bawang mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat kendala cuaca yang terjadi.

Bahkan, banyak para petani yang mengalami gagal panen, sehingga produksi cabai dan bawang yang dikirim ke pasar tradisional menunun drastis.

Tak hanya itu, monen jelang Ramadan juga menjadi salah satu alasan para distributor untuk menaikan harga jual kepada para pedagang, sehingga mau tidak mau pedagang juga harus menaikan harga jualnya kepada konsumen.

"Cuaca buruk dan stok yang tidak sebanyak dulu yang buat harga naik. Kalau dulu ada cabai dari Medan sekarang pasokan cuma tergantung dari Jawa dan Sumatera Barat saja," kata dia.

Dirinya berharap harga keperluan pokok tidak terus mengalami lonjakan, sehingga masyarakat bisa tetap berbelanja. "Sekarang penjualan menurun sampai 20 persen," harapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pembeli di Pasar Dupa Santi. Menurutnya harga kebutuhan pokok yang semakin tidak terkendali ini sudah sangat mencekik masyarakat. Pasalnya, selama 2022 ini, masyarakat sudah dipusingkan dengan harga minyak goreng yang melonjak tinggi serta harga daging sapi yang juga ikutan naik. Sekarang cabai dan bahan -bahan kebutuhan pokok lainnya juga.

Apalagi selama masa pandemi Covid-19 ini banyak perekonomian masyarakat yang terpuruk, sehingga tak semua masyarakat yang sanggup membeli bahan kebutuhan pokok sesuai kebutuhannya. "Entah apa lagi yang akan naik. Kalau semuanya naik, masyarakat mau makan apa. Bantuan yang diberikan tidak secara merata diberikan kepada masyarakat, sedangkan semua harga dengan enaknya dinaikkan," kata dia.(ayi)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Jembatan Bailey di Jalan Nelayan Pekanbaru Selesai Dipasang, Kini Bisa Dilintasi Warga

Jembatan bailey sepanjang 24 meter di Jalan Nelayan Pekanbaru selesai dipasang BWS Sumatera III dan…

10 jam ago

Abdul Wahid Tetap Bantah Dakwaan KPK, Pengacara Minta Dibebaskan dari Seluruh Tuntutan

Jelang vonis kasus dugaan korupsi, Abdul Wahid tetap menyatakan tak bersalah. Pengacaranya meminta hakim menolak…

10 jam ago

Kabar Baik PPPK Paruh Waktu Meranti, Gaji ke-13 dan THR Mulai Dianggarkan

Pemkab Kepulauan Meranti mengalokasikan anggaran gaji ke-13 dan THR bagi PPPK Paruh Waktu dalam RAPBD…

14 jam ago

Semarak Hari Jadi Riau, 2.200 Pohon Bakal Ditanam di Kawasan Stadion Utama

Pemprov Riau menyiapkan senam bersama dan penanaman 2.200 pohon di Stadion Utama Riau untuk memeriahkan…

14 jam ago

Pensiunan PNS di Kampar Ditangkap atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pensiunan PNS berinisial AL di Bangkinang ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah…

14 jam ago

Pemkab Inhil Mulai Verifikasi Data Pedagang Pasar Yos Sudarso Jelang Relokasi

Pemkab Inhil mulai memverifikasi data pedagang Pasar Yos Sudarso sebagai tahapan awal relokasi untuk mewujudkan…

14 jam ago