terlibat-pencurian-dan-persetubuhan-anak-di-bawah-umur-direhab
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tiga remaja yang masih di bawah umur itu harus ditangani secara khusus di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Penanganan Khusus (BRSAMPK) Rumbai. Dua di antaranya terlibat pencurian dan satu anak terlibat persetubuhan.
"Dua anak berinisial AN dan N merupakan anak yang terkena pembebasan bersyarat (PB). AN terlibat pencurian sedangkan N persetubuhan. Keduanya berada di BRSAMPK sejak Rabu (4/3) lalu," sebut Pekerja Sosial (Peksos) BRSAMPK Yustisia, Jumat (6/3).
Masih kata Yusti, untuk satu anak lainnya yang terlibat pencurian berasal dari P2TP2A Kabupaten Kampar. "Anak tersebut adalah Z, yang melakukan pencurian senilai Rp11 juta. Berada di BRSAMPK pada Kamis lalu," imbuhnya.
Kepada Riau Pos, Yusti melanjutkan, untuk anak yang dilakukan rehabilitasi atau penanganan khusus di BRSAMPK kini ada 28 orang. "Dari 28 anak, putra 15 orang dan putri 13 orang," jelasnya.
Anak-anak yang berada di BRSAMPK merupakan rujukan dari berbagai pihak.
Di antaranya, polisi, Dinas Sosial, P2TP2A bahkan masyarakat. Para anak yang mendapat penanganan khusus paling lama enam bulan kemudian dilakukan terminasi.
Sementara itu, selama proses penanganan khusus diberi berbagai macam terapi. Tak hanya itu, para anak pun diberi keterampilan. Gunanya, ketika selesai proses rehabilitasi anak-anak bisa memanfaatkan keterampilan untuk membantu perekonomiannya.(s)
Pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk April 2026 dipastikan hampir…
Polisi ungkap pembunuhan di Rumbai, menantu jadi otak perampokan. Empat pelaku ditangkap setelah kabur ke…
Disbunnakkan Inhu siapkan 28 petugas awasi hewan kurban jelang Iduladha. Langkah ini untuk cegah penyebaran…
Sebanyak 182 JCH Rohul Kloter 12 diberangkatkan ke Batam. Wabup Syafaruddin Poti melepas langsung dan…
SMAN 2 Singingi raih banyak juara di FLS3N 2026. Cabang tari kreasi mengantar wakil Kuansing…
Ratusan warga Rimbopanjang bongkar median jalan karena akses U-turn terlalu jauh. Aksi ini dipicu keluhan…