Categories: Pekanbaru

Biaya Kuliah Jalur Bina Lingkungan Capai Rp27,4 Juta

(RIAUPOS.CO) — CALON mahasiswa yang lolos seleksi melalui jalur mandiri atau melalui jalur bina lingkungan Universitas Riau (Unri) mengeluhkan mahalnya biaya yang mencapai Rp27 juta lebih. Padahal Unri merupakan universitas negeri yang dibiayai oleh pemerintah.
‘’Anak kami lolos seleksi D3 jalur mandiri jurusan Teknik Sipil. Tapi setelah kami melihat daftar biaya yang harus dibayar setelah lolos seleksi mencapai Rp27 juta, dengan rincian biaya persemesternya mencapai Rp7,4 juta lebih dan pembangunan mencapai Rp20 juta. Tentu kami tak sanggup membayarnya,’’ ujar Akas.
Ia mengaku sangat berat dengan biaya kuliah tersebut. Apalagi pendapatnya sebagai karyawan swasta tidak cukup untuk membayar biaya kuliah per semesternya mencapai jutaan ripiah. Makanya ia mengurungkan niat menguliahkan anaknya di Unri.
Terhadap keluhan itu, Wakil Rektor II Universitas Riau (UNRI) Sujianto menjelaskan, memang benar mahasiswa yang lolos melalui jalur bina lingkungan atau jalur mandiri tidak mendapatkan biaya UKT dari level 1-5, sehingga mahasiswa yang lolos melalui jalur tersebut ditetapkan mendapat biaya kuliah setingkat dengan UKT tertinggi yaitu UKT 6 yang disebut dengan surat persetujuan pembayaran (SPP).
“Kalau jalur bina lingkungan, bukan UKT tapi SPP, kalau sudah keluar persetujuan nanti baru pakai UKT,” tuturnya.
Sebelumnya beredar isu, jika jalur tersebut sedang diusulkan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Repuplik Indonesia (Kemenristekdikti ri) dan belum mengeluarkan izin untuk dibuka. Kendati demikian Unri telah membuka jalur tersebut, selama proses penerimaan mahasiswa baru 2019 dan menerima sebanyak 894 mahasiswa.
Sujianto membenarkan jika izin belum ada persetujuan dari Kemenristekdikti RI, sehingga biaya kuliah bagi mahasiswa yang lolos melalui jalur bina lingkungan berbeda dengan jalur-jalur lainnya yang menggunakan uang kuliah tunggal (UKT).
“Yang masuk UKT itu SNMPTN, SBMPTN, dan PBUD. Jalur mandiri atau bina lingkungan memang tidak ada UKT,” tegasnya.
Terkait hal tersebut, banyak wali mahasiswa yang beranggapan jika Unri terburu-buru membuka jalur bina lingkungan yang belum memiliki izin. Orang tua calon mahasiswa juga menganggap hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan status akreditasi sehingga pembiayaan diberatkan kepada mahasiswa.
Menanggapi keluhan orang tua calon mahasiswa yang lolos seleksi, Sujianto menampik hal tersebut.
“Nggak bener itu,” pungkasnya.(*2/ksm)

Laporan MUSLIM NURDIN, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

23 jam ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

2 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

2 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

2 hari ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

3 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

3 hari ago