Categories: Pekanbaru

Sehari Bertambah 427 ODP

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Warga Kota Pekanbaru yang terkait dengan coronavirus disease 2019 (Covid-19)  semakin hari semakin bertambah. Hingga Ahad (5/4), orang dalam pemantauan (ODP) sudah berada di angka 1.730 Orang.  Meningkat 427 orang dari sehari sebelumnya.

Demikian disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBB  saat memberikan keterangan pers di Posko Gugus Tugas di komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Jalan Sudirman.

"Positif hari ini (kemarin, red) tidak ada penambahan kasus. Masih lima orang,  Satu sehat dan 4 orang masih dirawat," jelas dia.

Sementara itu, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) kini berjumlah 60 orang. Bertambah dua orang dari sehari sebelumnya. "Dari jumlah tersebut 45 orang dirawat, 13 orang dinyatakan sehat dan dua orang meninggal," imbuhnya.

Sedangkan pada data ODP, Ahad (5/4) terjadi lonjakan yang cukup besar. Yakni terdata sudah 1.730 orang.

"Ada penambahan 427 orang (dari hari sebelumnya, red). Ini 182 orang selesai pemantauan dan 1547 masih dalam pemantauan," ungkapnya.

Dia kemudian mengklarifikasi informasi yang beredar terkait meninggalnya satu orang  pasien warga Pekanbaru. "Yang meninggal bukanlah pasien positif Covid-19, melainkan PDP yang masih menunggu hasil uji swab dari Balitbangkes," ungkapnya.

Kepada masyarakat, untuk penanganan jenazah terkait Covid-19 diminta untuk mengikuti protokol penanganan jenazah terkait Covid-19. "Ini demi kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Siapapun yang berada satu ruangan dengan jenazah otomatis ODP, diminta untuk melakukan isolasi mandiri dan memeriksa kan diri ke fasilitas kesehatan," urainya.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik serta tetap disiplin dalam mengikuti arahan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Terus lakukan pembatasan fisik, tetap di rumah dan hindari keramaian. Kalau harus keluar rumah gunakan masker, lebih baik gunakan masker kain daripada tidak sama sekali. Cuci tangan, jaga kesehatan.  Tidak menyebar kan informasi pribadi pasien, hal itu dapat memberikan tekanan psikologis pada pasien dan dapat menurunkan daya imunnya," singkatnya.(yls)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

3 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago