karyawan-riau-pos-jalani-vaksinasi-covid-19-kedua
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penyuntikan vaksinasi kedua Covid-19 dijalani karyawan Riau Pos dan keluarga, Kamis (4/11). Ini merupakan langkah untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19 dan untuk mendukung tercapainya herd immunity (kekebalan kelompok).
Penyuntikan vaksinasi Covid-19 jenis Pfizer dosis kedua ini dilakukan di lantai 3 Graha Pena Riau, Jalan HR Soebrantas. Ada sebanyak 20 orang mendapatkan suntikan vaksin.
Vaksinasi kedua ini didukung oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru dengan menurunkan tenaga kesehatan (nakes) dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Vaksinasi kedua ini pula adalah lanjutan dari vaksinasi pertama yang beberapa waktu lalu dilaksanakan. Pada vaksinasi pertama, Riau Pos digandeng oleh Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Riau, Kamis (14/10) lalu juga di gelar di Graha Pena Riau.
Wakil Direktur Utama Riau Pos Ahmad Dardiri yang juga turut mendapatkan suntikan vaksinasi kedua memaparkan, vaksinasi ini adalah perlindungan dari Covid-19 di lingkungan kerja. Ia berterima kasih atas dukungan dari Diskes Kota Pekanbaru dan RSD Madani hingga terlaksananya vaksinasi kedua ini.
"Diharapkan dengan semakin banyaknya karyawan maupun keluarga karyawan yang telah melaksanakan vaksinasi secara penuh dapat mencegah penyebaran wabah Covid-19,"papar dia.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru dr Arnaldo Eka Putra menyampaikan, saat ini tingkat vaksinasi di Kota Pekanbaru sudah cukup baik. Mencapai 76 persen. Pihaknya, proaktif mencukupi keperluan vaksinasi di tengah masyarakat. "Kalau vaksinasi kita sudah 76 persen,"urainya.
Saat ini yang menjadi fokus jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru dan Satgas Covid-19 Pekanbaru adalah menggesa vaksinasi untuk golongan lansia. “Yang kita buru sekarang vaksinasi lansia,” imbuhnya.
Prioritas untuk vaksinasi pada lansia kata dia selain guna memenuhi target agar tercapainya herd immunity, juga agar tercapai target dari pemerintah pusat yakni 40 persen. "Harus minimal 40 persen. Sekarang baru di angka 36 persen, “ urainya.
Dikatakan Naldo pula, begitu Plt Kadiskes Pekanbaru akrab disapa, angka Covid-19 di Kota Pekanbaru saat ini rendah. Dengan rata-rata penambahan kasus dibawah 10. Meski begitu, masyarakat diingatkan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes). Ini agar tidak terjadi gelombang berikutnya penularan Covid-19. "Jadi sebenarnya, terkait gelombang itu tergantung kita. Kalau kita menjaga prokes, lalu vaksinasi, mudah-mudahan itu tidak terjadi. Tapi ketika kita abaikan, bisa saja gelombang itu menjadi outbreak, jadi ledakan yang besar,"tegasnya.(ali)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.