PENGERJAAN: Kondisi pengerjaan Jalan Badak menuju perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya, beberapa waktu lalu. Pemko Pekanbaru meminta kontraktor menggesa proyet tersebut. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS) — Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT meminta kontraktor pelaksana segera menuntaskan pekerjaan pembangunan Jalan Badak, yang kini sedang dalam pengerjaan dan harus selesai tepat waktu.
Jalan Badak yang menjadi jalan akses ke Perkantoran Tenayan Raya, milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini memang sedang dalam pengerjaan rigid pavement. Namun, karena dalam pengerjaan hujan kerap turun, maka jalan menjadi berlumpur.
Wako Pekanbaru kepada wartawan, Senin (4/11) menyampaikan, penegasan agar pengerjaan jalan oleh kontraktor segera diselesaikan. "Kita sudah sampaikan ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, red) agar kontraktor segera membenahi ruas jalan itu," tegas dia.
Jalan yang sedang dikerjakan ini memiliki panjang sekitar 600 meter dan akan menghabiskan anggaran Rp4,7 miliar untuk pengerjaannya. Anggaran pengerjaan jalan bersumber dari APBD 2019 dan dikerjakan oleh CV Tugu Mas & Co.
Dilanjutkan Wako Pekanbaru, dia sudah melihat langsung kondisi ruas jalan tersebut akhir pekan kemarin. Konstruksi jalan rigid itu masih berlanjut. Kontraktor sedang merapikan ruas jalan berlumpur di kawasan itu. Ada ruas jalan sepanjang 75 meter yang harus diperbaiki kemiringannya.
"Permukaan jalan saat ini harus diturunkan hingga enam meter. Ada juga ruas jalan yang menyempit akibat bukit tanah yang mengapit ruas jalan tersebut," paparnya.
Nantinya, kata orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini, tidak ada masyarakat yang tinggal di pinggir bukit tanah tersebut. Relokasi akan dilakukan ke tempat baru karena disana rawan longsor.
"Karena itu kontraktor harus tuntaskan proyek rigid Jalan Badak Ujung tepat waktu. Mereka harus merampungkan rigid jalan ini Desember 2019. Kita tentu ingin proyek ini berjalan lancar. Jadi harus tepat waktu," ucapnya.(ali)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…