Categories: Pekanbaru

Bau Busuk dan Sampah Menumpuk di Pasar Cik Puan, Warga Harapkan Tindakan Tegas Pemerintah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harapan warga akan hadirnya pasar yang hidup dan tertata di tengah kota masih harus bersabar. Bangunan Pasar Cik Puan yang belum juga rampung kini justru berubah fungsi—dari tempat jual beli, menjadi lokasi penumpukan sampah yang kian hari makin meresahkan.

Pantauan Riau Pos, Rabu (4/6), aroma tak sedap menyambut siapa pun yang melintas di kawasan tersebut. Para pengendara motor terlihat menutup hidung saat melintas, berusaha menghindari bau menyengat dari tumpukan sampah yang memenuhi lantai bangunan terbengkalai. Lebih dari itu, bau busuk juga sudah sampai ke permukiman warga yang berada di belakang pasar.

Elvira Yeni (39), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku kesal karena permasalahan sampah di Pasar Cik Puan tak kunjung ada penyelesaian. Meski pembersihan sesekali dilakukan oleh dinas terkait, kurangnya pengawasan dan sanksi tegas membuat sampah selalu kembali.

“Sudah sering dibersihkan, tapi karena nggak ada tindakan yang tegas, sampah balik lagi. Yang buang juga bukan warga sekitar. Kami sering lihat mobil atau gerobak masuk sore atau malam hari, langsung buang sampah di situ. Jadi yang bikin kotor ini kebanyakan dari luar,” ungkap Elvira.

Lebih dari sekadar estetika, tumpukan sampah itu juga menimbulkan kekhawatiran lain: keselamatan. Hewan liar seperti tikus dan anjing liar mulai berkeliaran di sekitar lokasi sampah, membuat warga khawatir akan risiko penyakit dan bahaya bagi anak-anak yang bermain di sekitar rumah.

Menanggapi kondisi ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyatakan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kebersihan kota, termasuk memberikan perhatian serius terhadap kawasan Pasar Cik Puan.

“Kami sudah lakukan pembersihan menggunakan alat berat dan menegur langsung para pelaku pembuangan sampah ilegal di sana. Jika masih membandel, kami tidak akan ragu menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Reza juga mengimbau masyarakat agar disiplin dalam membuang sampah, mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, yaitu antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Setelah itu, petugas akan melakukan pengangkutan hingga pukul 05.00 WIB dini hari.

“Kalau buang sampah tidak sesuai jadwal, tumpukan tidak bisa dikontrol. Mari bersama-sama menjaga kota ini agar tetap bersih dan nyaman,” tambahnya.

Kini, masyarakat hanya berharap ada langkah nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar pembersihan sesaat. Sebab yang mereka butuhkan bukan hanya pasar yang bersih, tapi juga kehidupan yang sehat dan bermartabat di tengah kota yang terus tumbuh.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

8 menit ago

PSPS Pekanbaru Tambah Amunisi, Alfin Bertahan dan Deretan Pemain Baru Resmi Gabung

PSPS Pekanbaru mempertahankan pemain inti, mendatangkan sejumlah rekrutan baru, dan siap memulai training camp untuk…

14 menit ago

Tanah Tiba-Tiba Amblas, Abrasi Sungai di Inhil Hancurkan 6 Rumah

Bencana abrasi melanda Desa Sungai Nyiur, Inhil. Enam rumah rusak berat dan belasan jiwa terdampak…

1 hari ago

Wanita Asal Kuansing Ditemukan Tewas di Hotel Dharmasraya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Wanita asal Kuansing ditemukan meninggal di hotel di Dharmasraya. Polisi menduga korban dibunuh, sementara terduga…

2 hari ago

Promo Luxury July! Menginap di Mutiara Merdeka Pekanbaru Mulai Rp499 Ribu per Malam

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo Luxury July. Menginap mulai Rp499 ribu nett lengkap dengan…

2 hari ago

Asyik Mendulang Emas, Remaja di Kuansing Tertimbun Longsoran Tebing hingga Meninggal

Remaja 15 tahun di Kuansing meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing saat mendulang emas. Polisi…

2 hari ago