Ketua dari seluruh organisasi Tionghoa Kota Pekanbaru melakukan tradisi Ceng Beng dengan berziarah dan memasang kertas ziarah di atas makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di pemakaman Tionghoa di Rumbai, Pekanbaru, Kamis (4/4/2024). (prapti Dwi Lestari/riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seluruh organisasi Tionghoa di Kota Pekanbaru merayakan tradisi Ceng Beng (Qing Ming) atau ziarah kubur dengan melaksanakan sembahyang bersama yang disertai ziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa, Rumbai, Pekanbaru, Kamis (4/4).
Sembahyang Ceng Bengyang berlokasi di pendopo Taman Pemakaman Tionghoa Rumbai ini dipimpin Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya. Terdapat persembahan buah-buahan, daging, telur dan kue yang juga dilanjutkan dengan berziarah ke makam yang tidak diketahui identitas dan ahli warisnya di Pemakaman Tionghoa Umban Sari.
Menurut Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Stephen Sanjaya, Ceng Beng merupakan perayaan yang sangat besar bagi warga Tionghoa.
Apalagi, setelah tiga tahun dilanda Covid-19, tradisi Ceng Beng kembali dibuka untuk umum selama dua tahun belakangan ini sehingga warga Tionghoa dari perantauan pulang ke kampung halaman untuk berziarah ke makam leluhur dan keluarga.
Lanjut Stephen, perayaan Qing Ming tidak hanya di Pekanbaru saja yang mulai terlihat lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya bahkan pemakaman Tionghoa di kota-kota lainnya juga ramai dipadati warga yang ingin merayakan Ceng Beng.
”Jelas perayaan yang sekarang ini lebih meriah karena semua orang berkumpul untuk melakukan pembaktian kepada orang tua dan leluhurnya yang sudah meninggal dunia. Ini juga sebagai ajang silaturahmi bagi keluarga yang masih hidup dengan bersama-sama membersihkan makam leluhur,” katanya.
Ketua Yayasan Sosial Panca Bhakti Abadi Pekanbaru, Toni Sasana Surya kepada wartawan mengatakan, terdapat persembahan buah-buahan, telur, daging, ikan dan kue dalam sembahyang bersama.
”Ceng beng merupakan salah satu tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa. Tradisi merupakan perwujudan sikap masyarakat Tionghoa yang menghormati leluhurnya,” tambahnya.(ayi)
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…
Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…
BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…
Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…
Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…
Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…