hidup-di-jalan-mudah-terpapar-kriminalitas
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berbicara kriminalitas seolah tak ada habisnya. Siapapun bisa menjadi korban kejahatan, sekalipun sudah waspada. Itu dipicu karena ada kesempatan.
Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Syahrul Akmal Latif kepada Riau Pos mengatakan, secara kasat mata, kriminalitas saat ini jelas tinggi. Sebab kondisi sosial ekonomi saat ini bermasalah. Piranti kerekatan sosial makin jauh.
"Kriminalitas jelas tinggi. Itu dipengaruhi jika dulu piranti kerekatan sosial dekat, adanya saling mengingatkan, saling mendekati. Namun kini situasinya berbeda dan makin jauh," terangnya.
Dengan demikian, dapat dilihat mereka yang tidak punya rumah maupun yang gelandangan, pengemis dan lainnya dapat dilihat secara kasat mata. Namun, yang menjadi pertanyaan kata Akmal, di mana kehadiran negara?
"Sementara fakir miskin dipelihara. Kok negara tidak peduli dengan mereka ini. Yang seharusnya mereka di rumah dan mereka dimanfaatkan. Ini menjadi hal yang sangat menyedihkan," tegasnya kemarin.
Masih kata Akmal, di Riau yang katanya provinsi kaya namun masih banyak dijumpai yang tidak punya tempat tinggal. Dengan demikian, mereka yang di jalan lebih mudah terpapar kriminalitas.
"Sehari tak makan, boleh. Dua hari tak makan, azab. Sedangkan tiga hari tak makan, hanya dua pilihan hidup atau mati. Kalau orang tak memperhatikan yang tidak makan tentu kita korbannya," terangnya.
Oleh karena itu, conventional crime dilakukan oleh yang terdekat. Sebab tidak ada lagi yang memberikan untuk hidup mereka. Apalagi jika mempunyai anak banyak itu jadi tantangan tersendiri di kehidupan sosial.(s)
Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…
Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…
Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…
Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…