hidup-di-jalan-mudah-terpapar-kriminalitas
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Berbicara kriminalitas seolah tak ada habisnya. Siapapun bisa menjadi korban kejahatan, sekalipun sudah waspada. Itu dipicu karena ada kesempatan.
Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Syahrul Akmal Latif kepada Riau Pos mengatakan, secara kasat mata, kriminalitas saat ini jelas tinggi. Sebab kondisi sosial ekonomi saat ini bermasalah. Piranti kerekatan sosial makin jauh.
"Kriminalitas jelas tinggi. Itu dipengaruhi jika dulu piranti kerekatan sosial dekat, adanya saling mengingatkan, saling mendekati. Namun kini situasinya berbeda dan makin jauh," terangnya.
Dengan demikian, dapat dilihat mereka yang tidak punya rumah maupun yang gelandangan, pengemis dan lainnya dapat dilihat secara kasat mata. Namun, yang menjadi pertanyaan kata Akmal, di mana kehadiran negara?
"Sementara fakir miskin dipelihara. Kok negara tidak peduli dengan mereka ini. Yang seharusnya mereka di rumah dan mereka dimanfaatkan. Ini menjadi hal yang sangat menyedihkan," tegasnya kemarin.
Masih kata Akmal, di Riau yang katanya provinsi kaya namun masih banyak dijumpai yang tidak punya tempat tinggal. Dengan demikian, mereka yang di jalan lebih mudah terpapar kriminalitas.
"Sehari tak makan, boleh. Dua hari tak makan, azab. Sedangkan tiga hari tak makan, hanya dua pilihan hidup atau mati. Kalau orang tak memperhatikan yang tidak makan tentu kita korbannya," terangnya.
Oleh karena itu, conventional crime dilakukan oleh yang terdekat. Sebab tidak ada lagi yang memberikan untuk hidup mereka. Apalagi jika mempunyai anak banyak itu jadi tantangan tersendiri di kehidupan sosial.(s)
Bengkalis mendapat kuota sementara 399 jemaah haji 2027. Persiapan terkendala biovisa, cek kesehatan, dan kepastian…
Program seragam gratis Pekanbaru diperluas untuk siswa SMP swasta mitra pemko. Bantuan ditargetkan mulai dibagikan…
RS Awal Bros Group merayakan HUT ke-28 bertema “Quality of Life” dengan kegiatan sosial, medis,…
Dua jembatan strategis di Kepulauan Meranti tetap menjadi prioritas. Selat Akar ditargetkan rampung 2026, Panglima…
Pemerintah mengkaji pembatasan Pertalite bagi kelompok desil 9-10. Sepeda motor masih diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.
Dua kebakaran lahan terjadi di Kampar, sementara tiga hotspot terdeteksi. BPBD mencatat ISPU 94 dan…