MAKIN MELEBAR: Badan jalan yang amblas di Jalan Budi Bakti Kecamatan Tenayan Raya semakin lebar dan belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan, Selasa (3/9/2019). Kondisi ini bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.
TENAYA (RIAUPOS.CO) — Jalan Budi Bakti di Kecamatan Tenayan Raya dikeluhkan warga karena kondisinya yang rusak parah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution saat ditanya tak tahu perkembangan perbaikannya.
Kerusakan Jalan Budi Bhakti adalah amblasnya jalan hingga hampir setengah badanjalan. Amblasan jalan ini membentuk jurang sedalam dua meter. Terakhir Riau Pos melakukan pemantauan, di sekeliling lokasi jalan yang amblas itu tidak dibuat pembatas.
Dari cerita warga sekitar, kerusakan itu sudah delapan bulan lamanya. Jalan ini padahal tak jauh dari Kecamatan Tenayan Raya. Jalan yang amblas setengahnya jadi tempat warga membuang sampah. Warga khawatir jika tak dilakukan perbaikan jalan akan memakan korban.
Riau Pos mengkonfirmasi kondisi jalan ini pada Kadis PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Selasa (3/9). Dia menyebut sudah mengutus staf melakukan penilaian kerusakan. ‘’Sudah diperintahkan staf untuk menilai. Akan dibuat turap. Kalau sudah survei, akan kami perbaiki, timbun,’’ katanya.
Riau Pos kemudian menanyakan sudah sejauh mana penanganan yang dilakukan Dinas PUPR disana. ‘’Saya belum tahu progresnya di lapangan. Kalau tidak bisa ditangani dengan pemeliharaan, akan dianggarkan tahun 2020,’’ singkatnya.(ali)
RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…
Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…
Tradisi bolimau adat di Luhak Kepenuhan jadi momentum sucikan diri dan pererat ukhuwah jelang Ramadan…
UIR gelar PkM bimbingan spiritual dan baca tulis Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas di Riau bekerja…
Diduga tumpahan CPO di Gate 117 Duri sebabkan pengendara motor terjatuh. Polisi lakukan penanganan dan…
Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…