Ilustrasi (internet)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Pekanbaru masih memproses dugaan penyelewengan dana hibah Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru. Pengelolaan hibah pada 2020 lalu itu sudah masuk tahap sidik.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra membenarkan proses penyidikan ini. Bahkan, menurut Kompol Bery, puluhan saksi sudah diperiksa selama perjalanan pengusutan kasus ini. ‘’Benar, tahap penyidikan. Kita sudah memeriksa sekitar 30 saksi terkait kasus ini,’’ sebut Mantan Kasat Reskrim Polres Kampar dan juga Kasat Reskrim Polres Bulukumba ini.
Informasi yang dihimpun Riau Pos, dana hibah yang diterima LAM Kota Pekanbaru berasal dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. LAM Kota Pekanbaru menerima hibah senilai Rp1 miliar pada 2020 lalu.
Kompol Bery membeberkan, ada dugaan kerugian negara dalam pengelolaan dana hibah ini. Hanya saja pihaknya masih menunggu angka pasti hasil audit dari BPK RI.
Hanya saja, hingga kemarin, Kompol Bery menyebutkan belum ada tersangka yang ditetapkan. Namun ia memastikan kasus ini akan diusut sampai tuntas.(end)
Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…
Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…
Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…
SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…
PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…
Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…