Categories: Pekanbaru

Kemenkeu Gelar Kuliah Umum Pertama di FEB Unri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Puluhan mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau mengikuti kuliah umum. Kegiatan yang ditaja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI ini membahas mengenai perkembangan ekonomi dan kebijakan fiskal di Indonesia, Rabu (3/7).
“Kolaborasi antara fakultas ekonomi dan bisnis serta Kemenkeu, dalam rangka untuk mengetahui perkembangan ekonomi terkini dan kebijakan fiskal seperti apa?” kata Dr Hj Sri Indarti SE kepada Riau Pos.
Kegiatan yang digelar di gedung yudisium sekitar pukul 09.00 WIB itu, lanjut Sri, sangat diapresiasi pihaknya. Sebab, untuk menghadapi era saat ini, di kuliah umum bisa memberikan perkembangan perekonomian seperti apa.
“Kebijakan fiskal seperti apa? Kalau kementerian tentu ada kebijakan implementasinya. Kalau mereka kuliah hanya teori-teori saja. Datang dosen tamu supaya mereka tahu, bisa diskusi,” jelasnya.
Sementara, Evy Mulyani selaku Kepala Bidang Analisis Ekonomi Internasional dan Hubungan Investor mengaku senang dengan diskusi yang dilakukan dengan mahasiswa dan dosen. “Ini juga benefit kalau ketemu langsung akademisi dan masyarakat. Ada informasi, ilmu yang bisa dijadikan referensi,” sambungnya.
Dijelaskan Evy, diskusi mulai dari dana bagi hasil sawit hingga kebijakan ekonomi syariah. Bagaimana pemerintah bisa ikut membantu Riau, terlebih dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang melambat beberapa tahun belakangan ini.
“Dengan meningkatkan SDM, inovasi, infrastruktur. Meskipun ada tantangannya, tapi Riau bisa lebih maju,” jelasnya.
Kemudian, Kabid Pengembangan dan Model Data Makro Kemenkeu Rinaldi Akbar menyebut setiap tahun pihaknya mengadakan program kuliah umum seluruh Indonesia. Untuk tahun ini, ada sepuluh kampus yang bakal disambangi oleh Kemenkeu. “Unri yang pertama. Topiknya secara garis besar isinya update kebijakan pemerintah dari segi konten,” tambahnya.
Melalui ini, kata Rinaldi, pemerintah melihat bahwa kebijakan pemerintah itu harus disampaikan ke level daerah. Karena, akan percuma kalau masyarakat tidak mengerti apa kebijakan yang disusun oleh pemerintah.
“Ini bertujuan untuk membangun kebijakan yang transparan,” imbuhnya.(*1/c)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago