SUSUN: Pemilik pangkalan menyusun tabung-tabung elpiji 3 kg di pangkalannya di Jalan Balam Ujung, Pekanbaru, beberapa waktu lalu. (DOK RIAU POS)
KOTA (RIAUPOS.CO) — Kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram di sejumlah kecamatan di Kota Pekanbaru, kini seakan tidak ada solusinya dari pemerintah. Padahal, ini hanya permainan oknum yang dampaknya masyarakat jadi susah.
Kondisi ini langsung direspon kalangan legislator di Gedung Payung Sekaki Pekanbaru. Anggota dewan meminta, agar pemerintah melalui OPD terkait yakni Disperindag dan Pertamina, mengatasi persoalan ini.
Dan memang sudah diakui oleh Disperindag bahwa pengawasan untuk pendistribusian gas subsidi ini lemah. "Ini permasalahan klasik. Setiap tahun terjadi, kok nggak ada solusinya. Makanya kita pastikan ada permainan di sini yang sudah tersusun rapi," tegas Badri, salah seorang warga yang kesal sampai saat ini persoalan gas subsidi belum teratasi, Ahad (1/12).
Merespon masalah ini pun, politisi PKS, M Sabarudi menegaskan, pihaknya di Komisi II berencana memanggil untuk dengar pendapat pihak Pertamina yang bertanggung jawab penuh terhadap penyediaan elpiji, termasuk distribusi elpiji 3 kilogram.
"Kita akan panggil PT Pertamina untuk menjelaskan persoalan ini. Dan pihak Disperindag pun menyambut baik rencana hearing ini, karena memang diakui Disperindag, selama ini koordinasi dengan Pertamina tidak solid," kata Sabarudi.(gus)
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…