Kepala SMAN 4 Pekanbaru Hj Yan Khoriana MPd (pegang produk) berfoto bersama majelis guru, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau Drs Asrizal MPd beserja jajaran dari Disperindag Riau dan para siswa, Senin (2/9/2019). ( DOFI ISKANDARB/ RIAU POS)
PEKANBARU (RIAU POS. CO) — SMAN 4 Pekanbaru menggelar acara launching produk hasil karya peserta didik, yaitu briket dari daun ketapang dan pupuk organik cair. Hadir dalam launching Kepala SMAN 4 Pekanbaru Hj Yan Khoriana MPd, majelis guru, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Drs Asrizal MPd beserja jajaran dari Disperindag Riau, Senin (2/8) di SMAN 4.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau Drs Asrizal MPd memberikan apresasi kepada SMAN 4, karena telah mampu membuat produk hasil karya peserta didik, yaitu briket dari daun ketapang dan pupuk organik cair.
“Artinya kami sangat memberikan apresasi bahwa ada inovasi-inovasi dengan potensi dari lingkungan yang sudah ada. Lahirlah inovasi ini. Inovasi ini akan kita ditindak lanjuti salah satunya akan ada MoU ke depan antara Disperindag dengan SMAN 4 untuk membina lebih lanjut terhadap inovasi-inovasi yang tumbuh dan berkembang di SMAN 4. Saya melihat di sini banyak sekali inovasi yang telah dilakukan,” ujarnya.
Lanjutnya lagi, ini semakin mendorang Disperindag untuk melakukan pembinaan, dan pihaknya akan bisa melihat ke depan anak-anak di SMAN 4 punya inovasi yang tersalurkan yang positif. “Ke depan di SMAN 4 ini bisa menjadi inkubator-inkubator untuk melahirkan pengusaha-pengusaha atau wira usaha baru. Nantinya mereka akan bisa menciptakan lapangan pekarjaan sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Pekanbaru Hj Yan Khoriana MPd juga menjelaskan, sekolahnya membuat inovasi dengan gebrakan baru, melalui anak-anak untuk mewujudkan jiwa entrepreneur kepada anak-anak.
“Meskipun kami bergerak dibidang sekolah menegah atas, bukan kejuruaan, tetapi kami akan mencoba untuk berinovasi terus. Dan akhirnya hari ini (kemarin) bisa mendapatkan dua produk hasil karya anak-anak yaitu briket dari daun-daun kering yang ada di sekolah. Dan pupuk organik cair dari buah-buahan busuk yang dimamfaatkan dan diolah menjadi suatu produk yang bermanfaat. Yang tadinya sampah bisa menjadi berkah,” terangnya.(dof/ifr)
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…
Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…
Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…
DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…
Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…