Categories: Pekanbaru

Sampah Masih Menumpuk, Awasi Kinerja PT BRS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memasuki awal tahun 2024, sampah masih terlihat menumpuk di sejumlah ruas jalan dalam Kota Pekanbaru, Selasa (2/1). Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun SSTP MAP berjanji akan memantau kinerja PT Bina Riau Sejahtera (BRS) sebagai pihak ketiga pemenang lelang jasa angkutan sampah 2024.

Pantauan Riau Pos, kemarin, di sejumlah lokasi seperti di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Kaharuddin Nasution tampak tumpukan sampah di pinggir jalan. Kebanyakan sampah dibungkus dalam kantong-kantong plastik.

Tak hanya di pinggir jalan, tumpukan sampah juga ada di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Cik Puan, Pasar Pagi Arengka, dan Pasar Palapa.

Seorang warga Narulita mengaku selama beberapa hari terakhir tumpukan sampah yang ada di Jalan Soekarno Hatta tak diangkut secara maksimal padahal sebelumnya warga sekitar sudah meminta kepada para pekerja pengangkutan sampah agar mengangkut semua sampah yang ada agar bersih dan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap dan belatung.

Ia pun berharap pemerintah bisa menyelesaikan permasalah samalah yang setiap tahun selalu menjadi momok terbesar bagi masyarakat Kota Pekanbaru, yang tidak bisa menikmati kawasan kota Pekanbaru yang bersih seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Dulu tak ada sampah di pinggir jalan seperti ini. Sekarang tumpukan sampah sudah ada dimana – mana tap tidak dibarengi dengan proses pengangkutan sampah yang maksimal, padahal masyarakat tetap membayar sampah. Tolong lah Pemerintah Pekanbaru cari solusi yang tepat dalam masalah sampah ini, sudah berapa tahun masyarakat harus berdampingan dengan tumpukan sampah di badan jalan,” katanya.

Hal senada juga masih dikeluhkan oleh salah seorang pedagang  Pasar Cik Puan Rosmaini yang mengaku sudah banyak pedagang dan masyarakat mengeluh dengan banyaknya tumpukan sampah dibangun terbengkalai Pasar Cik Puan.

Apalagi tak hanya pedagang dan warga sekitar pasar saja yang membuang sampah di sana. Namun para oknum pembuang sampah lainnya yang menggunakan becak motor serta mobil pickup juga membuang sampah di bangunan pasar yang terbengkalai itu sehingga gunung sampah sudah hampir menutupi seluruh bangunan pasar yang terbengkalai.

”Mau sampai kapan pasar ini jadi lautan sampah, kami sudah sering menegur mobil luar untuk tidak buang sampah, tapi kan ini seharusnya kerjaan pemerintah untuk menyelesaikannya. Lihat lah sudah sebulan lebih tak ada pengangkutan yang maksimal yang ada malah melebar tumpukan sampah kearea depan pasar,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengaku saat ini pemenang lelang pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru PT Bina Riau Sejahtera (BRS) sudah mulai bekerja, namun operator pengangkutan sampah itu belum maksimal.

”Untuk hari ini (kemarin, red) memang masih ada laporan adanya sejumlah tumpukan sampah di sejumlah titik. Sebenarnya bukan tidak terangkut, tapi karena ritasinya. Diangkut tapi masuk ke ritasi kedua jadi kesannya sampah itu masih ada,” katanya.

Dijelaskan Ingot lagi, saat ini juga DLHK akan melakukan evaluasi rute ritasi. Rotasi sendiri adalah proses truk kontainer yang telah diangkut dari TPS ke TPA. Jumlah ritasi dapat ditentukan berdasarkan volume yang diperoleh di tiap TPS. Proses ritasi para pengemudi truk sampah dari TPS ke TPA memang memakan waktu banyak dikarenakan jarak yang cukup jauh, serta kondisi lalu lintas yang padat.

”Karena sebagian tempat yang seharusnya pengangkutannya itu di ritasi awal, tapi ternyata tidak. Hal-hal seperti itu yang nantinya menjadi evaluasi,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bisa berkontribusi, minimal dengan mematuhi jam buang yang sudah disampaikan Pemko yakni mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB.

”Silakan dibuang sampahnya sesuai jam yang telah ditentukan. Karena sebenarnya siang itu tak ada lagi aktivitas membuang sampah baik pribadi maupun angkutan mandiri. Karenanya kita prioritaskan pembuangannya itu pada malam hari semuanya,” kata dia.
Pj Wako Pantau dan Evaluasi PT BRS

Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Muflihun SSTP MAP memantau PT Bina Riau Sejahtera (BRS). Pihak ketiga ini menjadi pemenang lelang jasa angkutan sampah. Sudah mulai bertugas melaksanakan pengangkutan diawal tahun 2024 ini.

Berdasarkan pantauan Pj Wako di lapangan, bahwa memang masih ada terjadi penumpukan sampah. Namun hanya dibeberapa titik saja, tidak terlalu banyak. Kerja PT BRS saat ini, memang sedang dipantau dan dievaluasi orang nomor satu di Kota Bertuah ini.

Ia tak mau pengalaman pahit sebelumnya sampai terulang lagi. Ia tegaskan, mengawali tahun 2024, sampai seterusnya, pemenang lelang angkutan sampah harus bisa sterilkan Kota Pekanbaru dan sekitarnya bebas sampah.

”Ini dari awal saya sudah sampaikan kepada Sekko ya, saat ini masih transisi. Tetapi syukur tidak terlalu banyak tumpukan sampahnya,” ujar Muflihun usai hadir sebagai pembina apel perdana di perkantoran Wali Kota Tenayan Raya, Selasa (2/1).

Muflihun juga memantau aktivitas sampai di area tempat pembuangan akhir (TPA) di Muara Fajar Rumbai. Hal itu, ia lakukan untuk memastikan pengangkutan sampai tidak ada hambatan, mulai dari sumber sampah. Namun belum lama ini, Muflihun mendapatkan kabar bahwa ada persoalan di TPA tersebut. Truk pengangkut sampah mengalami kendala masuk TPA.

Namun situasi tersebut sudah disikapi Pemko dengan cepat. Agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut yang akan berdampak terhadap pengangkutan sampah di TPA.

”Berdasarkan laporan yang kita terima, masih ada persoalan di TPA. Ada gejolak sedikit karena ada roling pengangkutan. Kita sudah minta aparat kepolisian dan Satpol PP agar segera diatasi. Mobil masih belum bisa masuk sehingga menghambat pengangkutan sampah,” terangnya.

Sekali lagi ia tegaskan, tidak ingin mendengar ada tumpukan sampah lagi di Kota Pekanbaru. Apapun alasannya, Kota Pekanbaru mulai tahun 2024 bersih dari sampah.

Ia juga menekankan pihak ketiga pemenang lelang angkutan sampah, untuk memperhatikan kontrak. Salah satu isi kontrak menurut Muflihun yakni sampah itu terangkut sampai bersih. Tidak ada alasan baik terjadi peningkatan produksi sampah.

”Kunci kerjanya kontrak menurut kami, makanya kita mempelajari kontrak, kita minta sampah itu terangkut secara bersih. Berapapun tonase itu, itu seperti isi kontraknya,” tuturnya.(ayi/ilo)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

3 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

5 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

6 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

24 jam ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

1 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

1 hari ago