persoalan-banjir-jadi-tanggung-jawab-bersama
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sampai hari ini penanganan banjir Kota Pekanbaru belum memberikan solusi yang memuaskan bagi masyarakat. Titik banjir selalu bertambah luas, dibuktikan setiap kali hujan deras turun, selalu saja ada titik baru.
Meski demikian, persoalan banjir cukup kompleks, namun penanganan serius dari pemerintah pun tidak terlihat. Khususnya dari sisi penganggaran, selalu tidak sesuai dengan yang diharapkan, begitu juga perhatian dari Pemprov Riau, dinilai tidak seperti yang dibayangkan.
Kondisi ini dikritisi anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar. Menurutnya masalah banjir Pekanbaru bukan hal baru. Persoalan ini sudah ada sejak lama. Bahkan jauh sebelum kepemimpinan Wali Kota Firdaus. Hanya saja saat ini masalahnya makin kompleks, dan menanggulanginya memerlukan dukungan semua kalangan, Provinsi dan juga pastikan dukungan pusat.
"Sampai sekarang, memang penanganan banjir di Kota Pekanbaru tidak pernah serius dilakukan pemerintah," kata Robin.
Ini dibuktikannya dari penganggaran Pemko Pekanbaru melalui Dinas PUPR untuk masalah banjir. Itu hanya menganggarkan Rp15 miliar untuk penanganan banjir tahun 2022. Tahun 2021 lalu hanya Rp13 miliar.
Dengan anggaran segitu, diungkapkan Robin, masalah banjir di Kota Pekanbaru ini tidak akan pernah selesai.
Meski diketahui, kata Robin lagi, kewenangan penyelesaian titik banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemko Pekanbaru. Tapi ada juga tanggung jawab Pemprov Riau, dan juga pemerintah pusat. "Pemprov Riau jangan hanya jadi penonton saja. Bantu anggaran banjir ini. Karena, jika tidak begitu, persoalan banjir ini tidak akan pernah selesai. Begitu juga pusat, harus melihat hal ini, dan Pekanbaru harus mampu menarik anggaran pusat untuk banjir ini, mau sampai kapan seperti ini," katanya.
Pemko Pekanbaru kini sudah ada masterplan penanganan banjir, namun tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Alasannya karena kekurangan anggaran.
"Banjir ini persoalan sudah berpuluh tahun merendam Pekanbaru. Kok nggak diprioritaskan. Ini patut kita suarakan terus menerus, hingga penanganan banjir di Kota Pekanbaru ini benar-benar komprehensif.paparnya.(lim)
Laporan AGUSTIAR, Pekanbaru
Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…
Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…
Sidang dugaan korupsi Perumda BPR Indra Arta Inhu memasuki tahap replik. Satu terdakwa meninggal dunia…
Perbaikan jalan menyebabkan kemacetan panjang di perbatasan Riau-Sumbar dan Km 35 Pekanbaru-Bangkinang. Pengendara diminta mengatur…
Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…
Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…