masyarakat-pertanyakan-program-rlh-dan-rs
PEKANBARU (RIAPOS.CO) – Perhatian pemerintah terhadap kebutuhan rumah bagi masyarakat miskin atau kurang mampu dulu pernah ada, lewat program rumah layak huni (RLH). Begitu juga kemudahan terhadap kepemilikan rumah bersubsidi (RS).
Program ini kembali dipertanyakan warga, tentunya bagi masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan itu. Disampaikan saat anggota DPRD Kota Pekanbaru Roem Diani Dewi, menggelar kegiatan reses di Jalan Kuantan, RT 004 RW 002, Kelurahan Sekip, Kecamatan Lima Puluh, Selasa (31/8).
Adalah Irfan Poseso, warga Sekip, yang mempertanyakan program itu. Menurutnya selama ini bantuan RS dan RLH selalu mendapatkan dukungan dari pemerintah, lewat penilaian dan aturan yang berlaku. Namun, saat ini tidak lagi ada.
"Masyarakat sekarang susah mendapat bantuan rumah subsidi dan rumah layak huni," ujar Irfan menyampaikan kepada Roem.
Dia berharap, kiranya program itu kembali menjadi perhatian Pemerintah dan ada support dari pemerintah untuk itu. "Mungkin melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, atau dengan kebijakan yang lain,"pinta Irfan dalam aspirasinya.
Menanggapi hal itu, Roem Diani Dewi yang juga merupakan politisi partai Demokrat ini mengatakan, saat ini baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah tengah fokus melakukan penanganan covid-19.
Dilanjutkannya, seluruh anggaran di refocusing dalam membantu warga terdampak Covid-19. Dan kondisi ini terjadi sejak Pandemi resmi ditetapkan sebagai wabah dunia oleh pemerintah. "Sekarang kita lihat saja, hampir semua sektor usaha babak belur," terang Roem.
Disampaikannya, bantuan untuk terdampak Covid-19 ini sudah dikucurkan di semua lini. "Termasuk bansos serta bantuan subsidi upah untuk pekerja," tambahnya.
Diterangkan Roem, persoalan rumah subsidi atau rumah layak huni anggarannya berasal dari Kementerian PUPR berupa bantuan stimulan perumahan swadaya yang dikucurkan melalui OPD terkait yakni Dinas PUPR.
"Sekarang ini banyak orang kehilangan pekerjaan, makanya pemerintah tidak fokus ke rumah layak huni tapi lebih fokus ke penanganan Covid-19,"terangnya.
Namun begitu, apapun yang menjadi aspirasi masyarakat menjadi atensi Roem untuk diperjuangkan sampai direalisasikan.(gus)
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…