Categories: Pekanbaru

Warga Keluhkan Pabrik Pembakaran Ban

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Keberadaan pabrik vulkanisir atau pembakaran ban di RT 3 RW 7, Jalan Suka Maju, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai dikeluhkan warga. Pasalnya, asap yang dihasilkan pabrik dirasa sangat menggangu kesehatan. Bahkan keberadaan pabrik sudah di protes warga sekitar tiga tahun lalu. Namun belakangan pihak pabrik kembali beroperasi.

Hal itu diungkapkan Siti, warga sekitar pabrik saat reses Anggota DPRD Riau Robin Hutagalung di Kelurahan Muara Fajar Timur, Rumbai, Ahad (1/3). Dari cerita dia, usaha pembakaran ban tersebut sudah berdiri sejak 5 tahun lalu. Bahkan beberapa waktu setelah itu warga sempat protes. Kemudian ditutup sementara. Namun tak berlangsung lama pabrik tersebut kembali menghasilkan asap.

"Saya kurang tau nama pabriknya apa. Lokasinya ini dekat kandang kuda (Jalan Suka Maju, red). Namun kondisinya sudah sangat parah. Asapnya hitam pekat. Kami sudah pasrah rasanya," ungkap Siti.

Atas kondisi itu, ia meminta Robin Hutagalung yang merupakan Ketua Komisi II DPRD Riau bidang lingkungan untuk menindak. Karena sebelumnya ia bersama warga telah mengadukan persoalan itu kepada RT dan RW setempat. Namun hingga kini aduan sama sekali tidak ditanggapi. Bahkan kabar yang ia terima, pihak RT dan RW sudah mendapat jatah bulanan dari pabrik. Sehingga tidak mampu berbuat banyak.

"Saya dengar (RT dan RW) dikasi duit setiap bulan. Jadi lebih berharga duit daripada kesehatan warga. Buktinya kami bolak balik lapor, tidak pernah ditanggapi. Di oper kesana kemari. Makanya ini kami berharap Pak Robin bisa menindak lanjuti," harapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Riau Robin Hutagalung menyarankan agar warga segera membuat laporan tertulis kepada komisi II DPRD Riau. Dengan dasar itu, pihaknya bisa memanggil perusahaan bahkan mendatangi lokasi pabrik.

"Ini sudah menyangkut lingkungan. Mengganggu kesehatan. Saya minta sekarang masyarakat, ketua RT dan RW buat pengaduan tertulis. Walaupun ini temuan reses, buat laporan tertulis. Beberapa masyarakat disana buat saja laporannya," tegas Robin.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu memastikan bakal menindaklanjuti laporan warga. Bahkan, kepada lurah yang juga hadir di lokasi reses, Robin meminta agar memfasilitasi pengaduan tersebut."Besok sudah saya terima ya suratnya. Lebih cepat lebih baik. Supaya bisa kami kesana. Itu serius itu buk. Karena sudah menyangkut lingkungan," pinta Robin.(nda)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Agung Toyota Gelar Buka Bersama Komunitas dan Media

Agung Toyota Riau menggelar buka puasa bersama komunitas Toyota, Toyota Value Chain dan media di…

10 jam ago

Bupati Suhardiman Amby Tekankan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Bupati Kuansing meminta RSUD dan seluruh puskesmas tetap membuka layanan kesehatan selama 24 jam selama…

10 jam ago

Plh Bupati Rohul Minta OPD Realisasikan Aspirasi Warga

Safari Ramadan Pemkab Rohul berakhir setelah mengunjungi 16 kecamatan. Pemkab meminta OPD menindaklanjuti aspirasi masyarakat,…

11 jam ago

Pembatasan Angkutan Barang Berlaku, Truk Antre Panjang di Roro Bengkalis

Hari terakhir operasional truk di penyeberangan Bengkalis memicu antrean panjang. Pembatasan angkutan barang berlaku 14–28…

11 jam ago

Waspada KLB Campak saat Mudik Lebaran, Lindungi Buah Hati dengan Imunisasi di RS Awal Bros

Momen Lebaran dan mudik ke kampung halaman tetap waspada terhadap ancaman penyakit campak yang saat…

11 jam ago

Zakat ASN Pemprov Riau Capai Rp61 Miliar, Plt Gubri Pimpin Gerakan Berzakat

Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…

1 hari ago