Categories: Pekanbaru

15 Bahan Pangan Diuji Residu dan Formalin

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru melakukan uji residu pestisida dan formalin terhadap bahan pangan yang dijual di pasar tradisional. Ada sebanyak 15 bahan pangan yang dilakukan uji residu dan formalin tersebut.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam, Rabu (31/7) mengatakan, pelaksanaan uji residu terhadap kontaminasi pestisida, formalin dan boraks yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin dalam upaya memastikan bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Pekanbaru sehat dan aman untuk dikonsumsi.

”Proses uji residu terhadap bahan pangan ini dilakukan guna mengatasi potensi kontaminasi pestisida, boraks dan formalin terhadap bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Pekanbaru,” katanya.

Dalam pelaksanaan pengujian ini, pihaknya mengambil sampel di Pasar Higienis Pasar Kodim, Kota Pekanbaru. Di mana, pihaknya membeli 15 komoditas pangan dari pedagang. Yaitu cabai merah, bawang merah, bawang putih, brokoli, apel, tomat, daun bawang, dan tahu putih.

Komoditas pangan harian yang dilakukan pengujian masing-masing adalah 8 komoditas untuk uji residu pestisida, sementara 2 komoditas lainnya untuk uji formalin.

”Dari 15 bahan pangan itu sebanyak 10 komoditas langsung dilakukan pengujian di lapangan,” katanya.

Sementara itu, dari pelaksanaan uji residu tersebut tim Disketapang menggunakan rapid test pestisida dan mendapatkan hasil seluruhnya negatif kontaminasi residu.

”Tidak ditemukan ada kontaminasi pestisida dari beberapa sampel komoditas yang dilakukan pengujian,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk uji formalin saat proses pengujian memang ada salah satu komoditas yang mencurigakan, karena warnanya setelah dilakukan pengujian keruh. Namun pihaknya masih akan melakukan pengecekan lagi untuk hasil pengujian ini.

Sedangkan untuk uji kontaminasi boraks, belum bisa dilaksanakan di lapangan karena saat pelaksanaan pengujian sedang hujan dan mendung.

”Untuk boraks belum bisa kami lakukan pengujian, karena tidak ada matahari. Untuk uji boraks ini syaratnya harus dijemur dulu selama beberapa saat di bawah matahari,” ujar­nya.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

6 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

6 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

6 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

7 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

7 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

7 jam ago