Tim Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru melakukan pengujian terhadap bahan pangan yang dijual di pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Rabu (31/7/2024). (Disketapang pekanbaru untuk Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru melakukan uji residu pestisida dan formalin terhadap bahan pangan yang dijual di pasar tradisional. Ada sebanyak 15 bahan pangan yang dilakukan uji residu dan formalin tersebut.
Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Yarnengsih Alam, Rabu (31/7) mengatakan, pelaksanaan uji residu terhadap kontaminasi pestisida, formalin dan boraks yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin dalam upaya memastikan bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Pekanbaru sehat dan aman untuk dikonsumsi.
”Proses uji residu terhadap bahan pangan ini dilakukan guna mengatasi potensi kontaminasi pestisida, boraks dan formalin terhadap bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Pekanbaru,” katanya.
Dalam pelaksanaan pengujian ini, pihaknya mengambil sampel di Pasar Higienis Pasar Kodim, Kota Pekanbaru. Di mana, pihaknya membeli 15 komoditas pangan dari pedagang. Yaitu cabai merah, bawang merah, bawang putih, brokoli, apel, tomat, daun bawang, dan tahu putih.
Komoditas pangan harian yang dilakukan pengujian masing-masing adalah 8 komoditas untuk uji residu pestisida, sementara 2 komoditas lainnya untuk uji formalin.
”Dari 15 bahan pangan itu sebanyak 10 komoditas langsung dilakukan pengujian di lapangan,” katanya.
Sementara itu, dari pelaksanaan uji residu tersebut tim Disketapang menggunakan rapid test pestisida dan mendapatkan hasil seluruhnya negatif kontaminasi residu.
”Tidak ditemukan ada kontaminasi pestisida dari beberapa sampel komoditas yang dilakukan pengujian,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk uji formalin saat proses pengujian memang ada salah satu komoditas yang mencurigakan, karena warnanya setelah dilakukan pengujian keruh. Namun pihaknya masih akan melakukan pengecekan lagi untuk hasil pengujian ini.
Sedangkan untuk uji kontaminasi boraks, belum bisa dilaksanakan di lapangan karena saat pelaksanaan pengujian sedang hujan dan mendung.
”Untuk boraks belum bisa kami lakukan pengujian, karena tidak ada matahari. Untuk uji boraks ini syaratnya harus dijemur dulu selama beberapa saat di bawah matahari,” ujarnya.(ayi)
Bupati Rohul ajak masyarakat hadiri potang bolimau di Waterfront City Pasirpengaraian sambut Ramadan 1447 H.
IAGI, IATMI dan SLB Indonesia gelar Kick-Off Petrel Hackathon 2026 di UIR untuk dorong talenta…
Jembatan Sungai Sinambek Kuansing ditutup karena rusak dan nyaris ambruk, namun pengendara masih nekat menerobos.
Jelang Imlek 2026, trafik Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik hingga 35 persen, arus ke Sumbar…
RS Awal Bros Hangtuah luncurkan Hair Center pertama di Riau, hadirkan solusi medis rambut berbasis…
Polres Siak gelar ramp check gabungan dalam Operasi LK 2026 untuk pastikan angkutan umum dan…