Categories: Pekanbaru

BBPOM Diminta Sidak Penjualan Hand Sanitizer

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Banyak masyarakat yang mengeluhkan soal hand sanitizer yang tidak jelas, mana yang layak untuk digunakan dalam upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 untuk cuci tangannya. Juga yang mana tidak layak untuk dijual.

Terhadap persoalan itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Aidil Amri meminta dengan tegas agar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, untuk turun ke apotek atau toko obat maupun toko yang menjual hand sanitizer.

"Ini harus dijelaskan, mana hand sanitizer yang layak diperjualbelikan, dan mana yang tidak. Maka kami minta BBPOM untuk sidak ke lapangan secepatnya," ujar Aidil Amri, Selasa (31/3).

Disampaikan politisi Partai Demokrat ini, warga selama ini merasa dirugikan, dan merasa dikelabui dari produk yang dijual bebas di tengah barang ini sangat diperlukan untuk pencegahan dan melindungi diri dari penyebaran Covid-19.

"Selamatkan konsumen/masyarakat dalam masalah ini, BBPOM harus turun dan bertindaklah, lakukan sosialisasi," tegas Aidil.

Disampaikan anggota Komisi I, yang terjadi sekarang disinyalir ada oknum yang mencari keuntungan pribadi.

"Maka ini harus dibuktikan dulu oleh yang punya kewenangan menentukannya, mana yang layak diperjualbelikan dan mana yang tidak. Jangan pula nanti malah dapat merusak kulit," sarannya lagi.

Di saat sekarang ini, masyarakat sulit mendapatkannya. Tidak hanya hand sanitizer, akan tetapi masker pun menghilangkan dari pasaran. Ini dimintanya segera dipenuhi dan harus menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Saya juga menyarankan untuk cuci tangan dianjurkan menggunakan sabun di air yang mengalir sebagai pengganti hand sanitizer itu," katanya lagi.

Apalagi disampaikan Aidil, masa tanggap darurat Covid-19 diperpanjang. Otomatis harus didukung oleh pemerintah untuk alat pelindung diri (APD). "Artinya, jangan keras di social distancing saja," tuturnya.

Selain itu, Pemerintah juga harus dapat mengontrol harga APD yang dijual. Masker dan juga hand sanitizer. "Harganya dikeluhkan masyarakat, mahal dan di luar kewajaran," pintanya.(ksm)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

15 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

15 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

15 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

16 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

16 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

17 jam ago