Categories: Dumai

Titik Api Muncul di Tiga Lokasi, BPBD Kota Dumai Upayakan Pemadaman

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Selama berada di musim panas, hotspot sudah muncul di tiga lokasi di wilayah Kota Dumai. Seiring dengan itu, upaya penanggulangan dan pemadaman secara terpadu bersama instansi dan unsur terkait terhadap karhutla semakin diintensifkan.

”Saat ini, titik api sudah muncul di tiga lokasi di wi­la­yah Kota Dumai,” kata Kalaksa BPBD Kota Dumai Irawan Sukma melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Dumai Joko Susilo yang dihubungi Riau Pos, Selasa (27/2) di Dumai.

Di tiga lokasi itu, tambah Joko, yakni di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Kemudian di Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Dan terakhir di Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur. ”Saat ini, kami sedang berada di Tanjung Palas dan Guntung,” kata Joko.

Alasannya, tambah Joko, bila tidak segera ditanggulangi dikhawatirkan keberadaan titik api di Kelurahan Tanjung Palas maupun di Guntung, bisa melebar. ”Itu yang kita khawatirkan. Makanya tim terkonsentrasi di dua titik itu,” kata Joko seraya menambahkan, berapa luas areal yang terbakar belum diketahui secara terperinci.

Kendala yang sedang dihadapi di lapangan, lanjut Joko, selain menyangkut dengan kondisi daerah juga menyangkut soal personel untuk melakukan pemadaman. Di mana, jumlah personel yang tersedia sangat terbatas yang disebabkan oleh beberapa faktor di lapangan.

”Terkadang, dalam melakukan pemadaman sampai tiga hari. Jadi, personel ada yang keletihan, bahkan sampai ada yang sakit,” kata Joko.

Sementara, aksi pemadaman titik api di Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukit Kapur dapat selesai dilakukan dalam rentang waktu selama tiga. Kendati sudah padam, namun kondisi yang begitu saat panas, telah menyebabkan hotspot kembali muncul di lokasi yang sama.

”Informasinya yang kita terima seperti itu. Setelah padam, tak lama berselang, apinya muncul kembali,” kata Joko seraya menambahkan giliran aksi pemadaman kembali dilanjutkan oleh unsur MPA dan pihak kecamatan dan kelurahan serta unsur lainnya.

Seiring dengan itu, Joko mengajak masyarakat terutama yang berada di daerah rawan Karhutla untuk dapat bersama-sama menjaga kondisi lingkungan. Salah satunya tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.

”Hindarilah kegiatan membersihkan lahan dengan cara membakar. Apalagi sedang berada di musim panas dan lahan berupa lahan gambut yang sangat rentan untuk terbakar,” kata Joko.(ade)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Lima Agenda Wisata Riau Resmi Masuk KEN 2026 Kementerian Pariwisata

Lima agenda wisata unggulan Riau resmi masuk Karisma Event Nusantara 2026 sebagai pengakuan nasional atas…

15 menit ago

Harga Kelapa Bulat di Inhil Terus Anjlok, Petani Makin Terhimpit

Harga kelapa bulat di Inhil kembali anjlok ke Rp3.800 per kilogram. Petani tertekan akibat biaya…

32 menit ago

VBA Gowes Club Dukung Riau Pos Fun Bike 2026, Daftarkan Puluhan Pesepeda

VBA Gowes Club mengapresiasi Riau Pos Fun Bike 2026 dan siap menurunkan puluhan peserta sebagai…

43 menit ago

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

18 jam ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

19 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

2 hari ago