Kondisi lubang di Jalan Ahmad Dahlan, Kecamatan Sukajadi yang belum diperbaiki, Rabu (17/4/2024). Posisi lubang berada di lokasi bekas pengerjaan galian Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T).(EVAN GUNANZAR/RIAU POS )
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Amblasnya bagian tengah badan Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Sukajadi cukup mengkhawatirkan. Sebuah lubang besar menganga di tengah badan jalan.
Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah meminta pihak rekanan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk segera diperbaiki.
Adapun ruas Jalan KH Ahmad Dahlam status kewenangan sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah membenarakan jalan yang amblas tersebut menyebabkan lubang yang cukup lebar dan membahayakan pengendara. Lubang juga dipenuhi air hujan.
”Ini sudah kami sampaikan ke rekanan IPAL. Katanya siang ini (kemarin, red) mereka kerjakan,” ujar Edu panggilan akrab Edward, Rabu (17/4).
Sementara itu, pantauan Riau Pos, Rabu (17/4), lubang di jalan tersebut belum diperbaiki. Lubang besar itu diperkirakan berdiameter tinggi 80 cm panjang 120 cm, dan lebar 50 cm dan dibatasi dengan road barrier.
”Jalan berlubang cukup dalam, aspalnya sudah amblas. Untungnya ditandai supaya tidak membahayakan pengendara yang melintasinya,” ujar Wandi, warga sekitar.
Wandi tidak merinci kapan jalan tersebut amblas. Namun ia memperkirakan sudah berhari-hari kondisinya seperti itu. Awalnya lubang tidak selebar itu.
”Seperti sudah beberapa hari ini berlubang, kemarin kemarin lubangnya tidak selebar itu,” terangnya.
Warga lainnya, Fitri kerusakan ini kerap sudah berlangsung selama berbulan-bulan lamanya sehingga banyak menyebabkan kecelakaan lalulintas yang membuat masyarakat khawatir akan adanya korban jiwa.
Apalagi kawasan ini merupakan kawasan rawan banjir sehingga dikhawatirkan akan menyulitkan pengendara yang melintas saat malam hari.
”Tadi ada mobil yang datang mau melakukan penimbunan tapi karena hujan nggak jadi,” katanya.
Ia berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan terhadap badan jalan yang rusak dan berlubang itu lantaran terlalu dalam dan dapat membahayakan keselamatan pengendara dan masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hariz salah seorang pengendara motor yang melintas dikawasan itu. Menurutnya keberadaan proyek SPALD-T di kota Pekanbaru bukan melahirkan kawasan yang baik dan bebas dari permasalahan malah menyebabkan kerusakan yang cukup parah dan membahayakan keselamatan pengendara serta masyarakat sekitar.
Belum lagi lubang besar itu hanya dibatasi dengan pagar pembatas seadanya namun tetap tergenang dengan air, sehingga membuat pengendara tidak mengetahui lubang besar yang ada.
”Bahaya ini kalau dibiarkan begitu saja. Kita mana tahu jalan yang bagus dan aman untuk bisa dilewati kalau pas malam hari. Kalau dilihat ini sudah pernah diperbaiki tapi sepertinya tidak maksimal,” ujarnya.(ilo/ayi/yls)
Laporan TIM RIAU POS, Sukajadi
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…
Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…
BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…
Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…
Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…
Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…