Categories: Metropolis

Disketapang Pastikan Ketersediaan Sayur Aman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Guna memastikan stok sayuran di Kota Pekanbaru aman, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru melakukan pengecekan langsung ke petani sayuran di Pekanbaru.

Salah satu lokasi pengecekan adalah pertanian hidroponik Kandis Green Farm di Jalan Mustafa Sari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Sabtu (16/3).

Menurut Kepala Disketapang Pekanbaru H Maisisco, pihaknya sengaja melakukan peninjauan untuk memastikan stok sayuran segar khususnya hidroponik masih aman di Kota Pekanbaru.

Pihaknya juga sempat melakukan panen sayuran pakchoi serta mendapat pengenalan terkait aktivitas pertanian yang memakan areal cukup besar yang dikelola Richard Kellen.

”Kami merasa sangat kagum dengan aktivitas pertanian hidroponik yang dikelola secara profesional di Kota Pekanbaru. Bagi kami, ini tentunya menjadi hal yang luar biasa. Karena, ini termasuk salah satu aktivitas pertanian terbesar yang dikelola secara hidroponik di Kota Pekanbaru,” ucap Maisisco.

Dia berharap geliat usaha pertanian seperti ini terus berkembang mengingat masih cukup besarnya potensi ekonomi dan garapan yang bisa dikembangkan ke depan.

Maisisco juga berharap Kandis Green Farm juga bisa mengembangkan pertanian cabai. Apalagi di Kota Pekanbaru, stok cabai baru mampu memenuhi kurang dari 20 persen pasokan untuk kebutuhan harian. Karena itulah, dia yakin Kandis Green Farm bisa membudi dayakan pertanian cabai di Pekanbaru.

”Ini bisa menjadi alternatif untuk masyarakat juga dengan memanfaatkan lahan sempit sebagai lokasi pertanian. Walaupun hasilnya tidak bisa memenuhi keperluan pasar, setidaknya bisa membantu keperluan masyarakat dengan sayuran segar tanpa bahan kimia yang berbahaya,” tuturnya.

Sementara itu, pengelola Kandis Green Farm, Richard Kellen mengaku kalau pertanian hidroponik yang dia kelola di Pekanbaru masih relatif baru, berkisar 3 bulanan. Hanya saja, memang pertanian ini dikelola secara profesional.

Pihaknya melakukan penanaman beberapa komoditas pertanian hidroponik seperti pakchoi, selada, juga beberapa komoditas lainnya dengan jumlah lubang tanam mencapai ribuan.

Untuk aktivitas panen hariannya juga tergolong besar,yakni mencapai 500-600 kemasan per hari yang dipasok ke pasar lokal, yang umumnya adalah swalayan modern di Kota Pekanbaru.

Dengan daur tanam yang relatif singkat, berkisar 20-30 hari, Richard mengungkapkan bercocok tanam secara hidroponik ini sangat menjanjikan, karena selain tidak harus menggunakan media yang besar dan luas, tapi bisa di medium sempit.(ayi)

Redaksi

Recent Posts

Resmi! Batas Pelaporan SPT Orang Pribadi Mundur Jadi 30 April

Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…

1 hari ago

Penertiban PETI, Polisi Musnahkan 9 Rakit di Inhu dan Kuansing

Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…

1 hari ago

SPBU Terbatas, Warga Bagansiapiapi Harus Antre Lama Isi BBM

Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…

1 hari ago

Kriteria Diperketat, Penerima Bantuan Pangan di Pekanbaru Justru Meningkat

Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…

1 hari ago

Jalan Rusak di Pekanbaru, Lubang di HR Soebrantas Bikin Pengendara Waswas

Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…

1 hari ago

Kebakaran Meluas di Rupat Bengkalis, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…

2 hari ago