Categories: Hukum Kriminal

Setubuhi Anak Bawah Umur, Pemuda Pengangguran Ditangkap Polisi

PANGKALANKURAS (RIAUPOS.CO) – Kasus tindak kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Pelalawan semakin mengkhawatirkan. Di mana dalam tindak kekerasan terhadap anak ini, terjadi dengan berbagai macam bentuk mulai fisik, psikis hingga seksual.

Seperti yang dialami oleh seorang anak di bawah umur di Kecamatan Pangkalan Kuras berinisial H (16). Gadis yang masih duduk di bangku SMA ini, telah menjadi korban tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh seorang pemuda pengangguran berinisal WS alias Wawan (21).

Tak tanggung-tanggung, Wawan telah berulang kali menggarap korban yang merupakan pacarnya sejak akhir tahun 2019 di kediamannya di Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras. Atas ulah tersangka yang melakukan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur, maka tim Satreskrim Polsek Pangkalan Kuras langsung menangkap dan mengamankan Wawan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sabtu (5/12) malam.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK melalui Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Ahmad ketika dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (6/12)  membenarkan adanya kasus tindak pidana persetubuhan atau pencabulan anak dibawah umur tersebut. Di mana tersangka WS telah diamankan di sel tahanan Mapolsek Pangkalan Kuras, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Ya, saat ini tersangka WS telah kami amankan di Mapolres Pelalawan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan akibat ulahnya, maka tersangka dijerat pasal 81 Ayat 1 dan 2 UU RI tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 14 tahun hukuman penjara,” terang Kapolsek Pangkalan Kuras.

Dijelaskan Kompol Ahmad bahwa, kasus perilaku tidak terpuji yang dilakukan WS tersebut bermula ketika orangtua korban berisial An (37) tidak menemukan anak gadisnya hingga Sabtu (5/12) malam sekitar pukul 20.00 wib. Atas kekhawatiran tersebut, maka pihak keluarga korban pun berusaha mencari keberadaan R.

“Jadi, korban yang pamit main ke rumah temannya sejak pukul 14.00 wib, tidak pulang ke rumah hingga pukul 20.00 wib. Sehingga orangtua korban menjadi khawatir dan berusaha mencari,’’ ujarnya.(amn)

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Agung Toyota Gelar Buka Bersama Komunitas dan Media

Agung Toyota Riau menggelar buka puasa bersama komunitas Toyota, Toyota Value Chain dan media di…

14 jam ago

Bupati Suhardiman Amby Tekankan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Bupati Kuansing meminta RSUD dan seluruh puskesmas tetap membuka layanan kesehatan selama 24 jam selama…

14 jam ago

Plh Bupati Rohul Minta OPD Realisasikan Aspirasi Warga

Safari Ramadan Pemkab Rohul berakhir setelah mengunjungi 16 kecamatan. Pemkab meminta OPD menindaklanjuti aspirasi masyarakat,…

14 jam ago

Pembatasan Angkutan Barang Berlaku, Truk Antre Panjang di Roro Bengkalis

Hari terakhir operasional truk di penyeberangan Bengkalis memicu antrean panjang. Pembatasan angkutan barang berlaku 14–28…

14 jam ago

Waspada KLB Campak saat Mudik Lebaran, Lindungi Buah Hati dengan Imunisasi di RS Awal Bros

Momen Lebaran dan mudik ke kampung halaman tetap waspada terhadap ancaman penyakit campak yang saat…

14 jam ago

Zakat ASN Pemprov Riau Capai Rp61 Miliar, Plt Gubri Pimpin Gerakan Berzakat

Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…

2 hari ago