Dr. dr. Riza Yefri Sp.A Subsp. IPT(K) Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropik
RIAUPOS.CO – Momen Lebaran dan mudik ke kampung halaman merupakan saat yang dinanti untuk menjalin silaturahmi bersama keluarga besar. Namun, di tengah sukacita ini, para orang tua diimbau untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit campak yang saat ini tengah merebak di sebagian besar wilayah Indonesia.
Provinsi Riau bahkan telah melaporkan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang menuntut kesiapsiagaan ekstra bagi keluarga yang akan melakukan perjalanan atau berkumpul bersama kerabat.
Kondisi kesehatan nasional saat ini memang sedang mendapat sorotan, di mana Indonesia menempati urutan kedua di dunia dalam kasus KLB campak. Angka fatalitas pun cukup memprihatinkan dengan laporan 72 anak meninggal dunia akibat komplikasi penyakit ini.
Mengingat campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular melalui udara saat penderita batuk atau bersin, kerumunan saat silaturahmi Lebaran bisa menjadi titik risiko penularan yang tinggi bagi anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh.
Penyakit ini terutama mengintai anak-anak di bawah usia lima tahun yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap, individu dengan sistem imun lemah, hingga ibu hamil. Gejala awalnya sering kali menyerupai flu biasa, yakni demam tinggi disertai batuk, pilek, dan mata merah.
Sebagai langkah antisipasi, RS Awal Bros mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke dokter jika ditemukan gejala demam tinggi disertai ruam untuk mendapatkan konfirmasi diagnosis lebih dini. Penanganan medis menjadi sangat penting jika anak mulai menunjukkan tanda kesulitan bernapas, nyeri telinga, diare, atau penurunan kesadaran akibat kekurangan cairan.
“Tim medis di RS Awal Bros siap memberikan penanganan paripurna guna mencegah komplikasi yang lebih berat pada buah hati. Upaya pencegahan yang paling efektif dan telah terbukti secara medis adalah melalui pemberian imunisasi campak (MR/MMR). Penting bagi orang tua untuk memastikan anak telah mendapatkan dosis pertama pada usia 9 bulan, serta tidak melewatkan dosis penguat (booster) pada usia 18 bulan dan 5–7 tahun,” jelasnya.
Selain vaksinasi, menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan, menggunakan masker di tempat umum, serta memastikan nutrisi anak terjaga merupakan kunci utama dalam membangun daya tahan tubuh yang kuat.
Menjelang puncak arus mudik, melengkapi status imunisasi anak merupakan investasi kesehatan yang tidak bisa ditunda. Jangan sampai momen bahagia berkumpul dengan warga dan kerabat terganggu oleh risiko penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
RS Awal Bros menyediakan layanan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan lengkap untuk memastikan setiap anggota keluarga dapat merayakan hari raya dengan kondisi prima dan terlindungi secara maksimal.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, silaturahmi tetap terjaga dan kesehatan anak pun terlindungi hingga masa depan. Segera kunjungi fasilitas kesehatan RS Awal Bros terdekat di wilayah Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal imunisasi dan konsultasi dengan dokter spesialis anak.
Mari jadikan Lebaran tahun ini tidak hanya penuh maaf, tetapi juga penuh perlindungan bagi generasi penerus bangsa.***
Dr. dr. Riza Yefri Sp.A Subsp. IPT(K)
Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropik
Agung Toyota Riau menggelar buka puasa bersama komunitas Toyota, Toyota Value Chain dan media di…
Bupati Kuansing meminta RSUD dan seluruh puskesmas tetap membuka layanan kesehatan selama 24 jam selama…
Safari Ramadan Pemkab Rohul berakhir setelah mengunjungi 16 kecamatan. Pemkab meminta OPD menindaklanjuti aspirasi masyarakat,…
Hari terakhir operasional truk di penyeberangan Bengkalis memicu antrean panjang. Pembatasan angkutan barang berlaku 14–28…
Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…
Pemko Pekanbaru mencairkan gaji, THR, TPP dan TPP ke-14 ASN sekaligus pada Maret untuk membantu…