: Orang-orang berkumpul di barisan jenazah setelah digali dari kuburan massal yang ditemukan di RS Nasser, Gaza, Kamis (25/4/2024).
GAZA (RIAUPOS.CO) – TEMUAN lebih dari 300 jenazah dalam kuburan massal di sekitar area RS Nasser dan RS Al-Shifa di Gaza memantik reaksi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan, temuan tersebut harus diinvestigasi secara mendalam. Bukti-bukti terkait temuan itu juga harus dijaga dengan baik.
Dilansir Aljazeera, Kamis (25/4) ditemukan 392 jenazah di dua area tersebut yang terdiri atas perempuan, anak-anak, hingga lansia. Ditemukan sejumlah indikasi bahwa para korban tersebut mengalami penyiksaan sebelum akhirnya dikubur.
Setelah melakukan penggalian selama enam hari beruntun, Palestinian Civil Defence membeberkan fakta baru yang tragis. Puluhan jenazah ditemukan dengan tangan terikat dan tabung infus yang masih menempel. Ditengarai, korban-korban tersebut dikubur hidup-hidup. ’’Kami masih butuh pendalaman forensik untuk sekitar 20 jenazah yang kami pikir mereka dikubur hidup-hidup,’’ ujar salah seorang anggota Palestinian Civil Defence Mohammed Mughier.
Kepala Pertahanan Sipil Khan Younis Yamen Abu Sulaiman mengatakan, hanya 65 di antara 392 jenazah yang berhasil dikenali keluarga. Temuan bahwa jenazah tersebut ’’ditumpuk’’, sebut Yamen, mengindikasikan bahwa lokasi itu menjadi tempat eksekusi.
Komisaris PBB untuk HAM Volker Turk menegaskan bahwa temuan tersebut harus ditindaklanjuti dengan investigasi yang independen, efektif, dan transparan. Dia mengutuk keras atas fakta bahwa kasus tersebut terjadi di rumah sakit yang haram dijamah saat perang. ’’Pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil, tahanan, dan orang lain yang berada dalam kondisi hors de combat adalah kejahatan perang,’’ tegas Turk.
Dilansir BBC, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers mengungkapkan keresahannya atas temuan itu. ’’Kita memerlukan agar semua situs ini diselidiki sepenuhnya, dengan cara yang kredibel dan independen,’’ ujar Dujarric.
Pihak Gaza menuding Israel sebagai pelaku. Kantor Berita Pemerintah Gaza menegaskan bahwa Israel sebelumnya menyerang rumah sakit-rumah sakit tersebut, menghancurkan bangunan dan orang-orang di sana secara barbar.
’’Kami menyerukan kepada jaksa Pengadilan Kriminal Internasional untuk menyelidiki pembantaian yang dilakukan tentara Israel di Kompleks Nasser dan Kompleks Al-Shifa,’’ tulis mereka.
Militer Israel (IDF) menampik tudingan itu. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyebut selama melakukan operasi di RS Nasser, jenazah-jenazah tersebut dikubur orang Palestina sendiri. Penggalian mereka lakukan untuk mencari sandera dan orang yang hilang. ’’Penggalian dilakukan dengan hati-hati dan hanya berfokus ke tempat yang diindikasikan terdapat sandera. Selama pencarian (jenazah, red) dikembalikan ke tempat semula,’’ klaim IDF.(agf/bay/esi)
Laporan JPG, Gaza
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…
PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…
Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…
Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…