(dok.riaupos.co)
LONDON (RIAUPOS.CO) – Ekonomi Inggris tergelincir ke jurang resesi. Itu setelah pertumbuhan ekonomi tercatat minus 0,3 persen pada kuartal IV-2023 yang dirilis, Kamis (15/2).
Pada kuartal III, ekonomi negara itu terkontraksi 0,1 persen. Artinya, resmi resesi karena pertumbuhannya minus dua kuartal berturut-turut. ‘’Semua sektor utama melemah pada kuartal ini, dengan manufaktur, konstruksi dan perdagangan grosir menjadi penghambat utama pertumbuhan,’’ ujar Direktur Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris Liz McKeown dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN.
Kondisi tersebut menjadi kinerja terburuk sejak 2009. Di mana, saat itu perekonomian masih belum pulih dari krisis keuangan global.
Sementara itu, dilansir CNBC, Menteri Keuangan Inggris Jeremy Hunt mengatakan, inflasi yang tinggi masih menjadi penghalang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Inggris. Sehingga, memaksa Bank of England untuk mempertahankan suku bunga tinggi dan menghambat pertumbuhan ekonomi Inggris. ‘’Tetapi ada tanda-tanda perekonomian Inggris mulai membaik,’’ ujarnya.(dio/jpg)
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…
Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…
Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…
Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla mendesak Dishub dan Polresta Pekanbaru bertindak tegas menertibkan…
Badan Gizi Nasional meresmikan 87 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Riau untuk mendukung…