Categories: Internasional

“Ronaldo” dari Gaza Itu Harus Kubur Impian

YERUSSALEM (RIAUPOS.CO) – Osama Muhammad Abu Mustafa tak hanya kehilangan sepupu, bibi, serta pamannya. Buyung 13 tahun itu juga kehilangan kaki kiri dan impian untuk menjadi Cristiano Ronaldo berikutnya. “Saya sedang memainkan bola dan tiba-tiba misil jatuh,” katanya tentang serangan udara 3 Juli lalu kepada NBC yang menemui di rumahnya di Khan Younis.

Dari data yang dilansir Anadolu Agency, sekitar 1.000 anak-anak Gaza senasib dengan Osama. Serangan tiada henti Israel sejak 7 Oktober tahun lalu mengakibatkan mereka kehilangan satu atau kedua kaki. Kurang lebih 17.000 anak-anak di wilayah yang dikontrol Hamas itu tewas, ribuan juga kehilangan orang tua, luka-luka, dan terancam kanker toraks.

Angka-angka yang sungguh merobek hati. Osama dan ribuan anak-anak malang itu tak bertanggung jawab untuk serbuan Hamas ke Israel 7 Oktober lalu yang dijadikan alasan Israel melakukan genosida. Tapi, merekalah korban terbesarnya.

Di tengah serangan Israel, Gaza seharusnya tak menjadi tempat bagi anak-anak, kata James Elder, juru bicara Unicef, kepada NBC lewat sambungan telepon seperti dilansir kemarin (7/10). “Penderitaan yang mereka alami melampaui apa yang bisa kita bayangkan dan bom yang terus dijatuhkan meninggalkan luka yang bahkan lebih dalam ketimbang kerusakan fisik,” ujarnya.

Agustus lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lagi-lagi mengambinghitamkan Hamas. “Kami menyesali tiap korban sipil yang jatuh. Tapi, Hamas-lah yang telah menjadikan anak-anak korban,” kata Netanyahu.

Dari sisi Hamas, mereka mengklaim serbuan ke Israel pada 7 Oktober 2023 adalah upaya terakhir melawan kejahatan negeri Zionis itu kepada warga Palestina. Termasuk penduduk Gaza yang selama berdekade-dekade hidup di bawah blokade Israel yang didukung Mesir.

Jeritan Anak-Anak Itu, Sebagai dokter, Ammar Darwish pernah bertugas di wilayah konflik seperti Ukraina, Yaman, dan Syria. Tapi, apa yang dia saksikan di Gaza sungguh tak terperikan. “Jeritan, kesakitan, dan penderitaan anak-anak, sungguh di luar imajinasi terliar Anda,” kata Darwish yang kini sudah balik ke Manchester, Inggris, setelah sebulan bertugas di Gaza, persisnya di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis.

Dia sangat mengkhawatirkan dampak psikologis jangka panjang terhadap anak-anak Gaza. “Tidak hanya generasi sekarang, tapi lebih kepada generasi yang akan datang,” ujarnya.

Seperti Osama yang kini lebih memilih mengurung diri dan menonton Captain Majid, serial animasi tentang pesepak bola yang bermimpi main di Piala Dunia. Itulah hiburannya kini. Sebab, impian untuk menjadi Ronaldo dan bermain di Piala Dunia lenyap sudah.(lyn/c19/ttg/jpg/muh)

Laporan JPG, Gaza

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

SUV Premium Mitsubishi Destinator Makin Pintar dengan Mitsubishi Connect

Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…

15 menit ago

Rumah Sehat Fohow Resmi Dibuka di Pekanbaru, Hadirkan Terapi Meridian TCM

Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…

19 menit ago

Keren! Tim Mahasiswa PCR Wakili Asia Pasifik di AAKRUTI Global Texas

Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…

26 menit ago

Fordismari Kritik Penunjukan Pj Sekda Kampar, Ini Tuntutannya

Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…

30 menit ago

Diduga Terlibat Narkoba, Kades Koto Tandun Ditangkap Polisi

Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…

47 menit ago

PSMTI Riau Perkenalkan Ketua Baru kepada FPK Riau

PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…

1 jam ago