Categories: INTERAKTIF

Benarkah Penderita Kolesterol Tidak Boleh Makan Telur?

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Telur masih menjadi salah satu makanan yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain kandungan gizinya yang tinggi, telur juga menjadi salah satu bahan masakan yang cukup praktis untuk diolah. Hanya saja, ada anggapan yang menyebut kebiasaan makan telur setiap hari bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan khususnya bagi penderita kolesterol

Lantas benarkah mengonsumsi telur berisiko bagi penderita kolesterol? Simak informasi berikut! Dilansir dari Antara, Rabu (6/3), Ahli gizi Ulva Rezatiara,S.Gz.,MPH dari Universitas Gadjah Mada mengatakan orang yang punya kolesterol tinggi boleh makan telur. Hanya saja, seseorang yang telah teridentifikasi memiliki riwayat kolesterol, sebaiknya memperhatikan jumlahnya konsumsi sesuai batas dan ketentuan.

“Penderita kolesterol masih aman untuk mengkonsumsi telur dengan catatan mengkonsumsi secukupnya atau tidak berlebihan dan tetap menjaga pola makan dan gaya hidup sehat,” kata Ulva.

Selain itu, Dokter Ulva juga menyarankan bagi seseorang yang memiliki penyakit kolesterol untuk berkonsultasi dulu kepada dokter sebelum mengonsumsi telur agar mengetahui porsi yang tepat untuk dirinya. Lebih lanjut, ia menjelaskan telur memang akan menyebabkan kadar kolesterol naik jika dikonsumsi secara berlebihan.

Hal ini dikarenakan, bagian kuning telur mengandung lebih banyak kolesterol dibandingkan bagian putih telur. Meski demikian, perlu diketahui bahwa telur baik untuk dikonsumsi mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Sebab, telur mengandung protein, lemak, karbohidrat serta mineral seperti kalsium, fosfor, besi, seng dan berbagai vitamin seperti vit.A, Vit.B1, Vit.B2, dan niasin.

Untuk orang-orang dewasa yang sehat pada umumnya, batas konsumsi telur maksimal adalah satu hingga dua butir per hari, sesuai rekomendasi dari The American Heart Association. Meski demikian, batas konsumsi maksimal akan berbeda tergantung dari kondisi setiap individu.

Menurut Ulva, orang dengan indikasi penyakit tertentu seperti jantung, kolesterol, dan diabetes memiliki batas konsumsi telur maksimal yang berbeda dengan orang sehat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan tubuh.(jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sambut Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan Jangan Jadikan Sekadar Konten

Buya Yahya ingatkan persiapan utama Ramadhan adalah membersihkan hati dan menyusun rencana ibadah agar bulan…

4 jam ago

Ramadan 2026, Jam Belajar SD dan SMP di Kampar Dipersingkat

Disdikpora Kampar atur jam belajar dan jadwal libur Ramadan 1447 H. PAUD-TK diliburkan, SD dan…

4 jam ago

Damkar Pekanbaru Kerahkan 6 Unit Mobil Padamkan Rumah Terbakar di Jalan Rajawali

Rumah kontrakan kosong di Jalan Rajawali Pekanbaru terbakar. Kerugian diperkirakan Rp180 juta, penyebab masih diselidiki.

7 jam ago

KPK Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi PUPR Riau, Terkait Abdul Wahid

KPK periksa 10 saksi dugaan korupsi proyek PUPR Riau yang menjerat Abdul Wahid. Penyidikan terus…

9 jam ago

Satnarkoba Polres Kampar Amankan 132 Paket Sabu, Pelaku Positif Narkoba

Satnarkoba Polres Kampar tangkap pria dengan 132 paket sabu siap edar. Pelaku positif narkoba dan…

10 jam ago

Bupati Rohul: Zakat Produktif Lewat Z-Auto Ciptakan Ekonomi Mandiri

Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…

13 jam ago