Site icon Riau Pos

Habiskan Rp15 M Lebih, KKN di Desa Penari Disebut Film Horor Termahal

habiskan-rp15-m-lebih-kkn-di-desa-penari-disebut-film-horor-termahal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Manoj Punjabi selaku produser sempat beberapa kali menunda penayangan film KKN di Desa Penari di bioskop. Alasannya memang masuk akal mengingat proses produksi film ini menelan dana lebih dari 1 juta dolar AS (sekitar Rp14.417.947.461)

“Di luar marketing saja, sudah lebih dari 1 juta dolar biaya produksi. Untuk film horor jarang banget, MD aja baru sekarang. Bisa dibilang ini film horor termahal ya,” kata Manoj Punjabi di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan Jumat (22/4/2022).

Manoj Punjabi beberapa kali melakukan penundaan penayangan film ini menunggu sampai pandemi mereda dan penonton di bioskop mulai bergairah kembali. Bagi Manoj, tayang di momen Idulfitri adalah waktu terbaik buat film KKN di Desa Penari.

Film arahan sutradara Awi Suryadi ini menelan bujet yang besar karena membangun desa sendiri di tengah hutan. Selain itu, film tersebut juga ditunjang oleh visual art yang sangat kaya untuk semakin menghidupkan cerita dalam film.

“Untuk sound, kami menggunakan dolby atmos. Jarang sekali film Indonesia menggunakan dolby atmos,” kata bos MD Pictures itu.

Skenario film KKN di Desa Penari sendiri diadaptasi dari cerita yang viral karya SimpleMan. Manoj Punjabi awalnya tidak terlalu tahu akan viralnya cerita ini di media sosial. Dia baru mengetahuinya setelah tim dari MD memberi tahu dan menawarkan project tersebut untuk digarap. Menurut Manoj, awalnya dia biasa saja menanggapinya.

“Tapi waktu saya nonton di YouTube dulu, saya jadi lebih nafsu. Ini ceritanya keren banget. Ceritanya true story, bisa dapat cerita kayak gini jarang-jarang,” kata Manoj Punjabi.

Film KKN di Desa Penari akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 30 April 2022. Filmnya dibintangi sejumlah pemain seperti Tissa Biani, Adinda Thomas, Achmad Megantara, Aghniny Haque, Calvin Jeremy, Fajar Nugraha, dan Kiki Narendra.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Exit mobile version