Categories: Hiburan

Adinda Thomas dan Pengalaman Tak Terlupakan “KKN di Desa Penari”

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Selain Badarawuhi yang misterius, cerita utas serta film KKN di Desa Penari semakin seru karena Widya. Mahasiswi tersebut tak bisa dipandang enteng. Meski tampak biasa saja, Widya sebenarnya kuat dengan cara dia sendiri. Adinda Thomas (28), terpilih sebagai pemeran karakter inti tersebut. Sejumlah hal harus dilakukan Adinda untuk bisa menghidupkan Widya, yang viral bersama utas KKN di Desa Penari hampir tiga tahun lalu. Apa saja ya?

 

Sebenarnya, apakah Adinda dan Widya punya kesamaan?

Wah, beda banget. Widya itu orang Jawa, sedangkan aku orang Sunda. Untuk karakter Widya, aku itu harus belajar bahasa dan dialek Jawa. Itu bener-bener digembleng banget, bahkan sampai ada coach-nya, lho.

 

Kalau dari karakter atau sosok, apa ada kemiripan dengan Adinda?

Nggak ada. Widya itu anak satu-satunya, sedangkan aku bukan anak satu-satunya. Terus, Widya itu nggak pernah pacaran dari kecil sampai kuliah, sedangkan aku nggak kayak gitu. Widya juga orangnya pemendam, sedangkan aku meledak-ledak dan straight to the point. Untuk karakter Widya, aku mengikuti arahan dan plot, lalu mengembangkan dari proses reading.

 

Saat kali pertama Adinda membaca thread KKN di Desa Penari di Twitter, bagaimana respons Adinda?

Aku pas itu diberi tahu temenku di kampus. Aku baca sampai habis dan mikir ’’Ya ampun sampai kayak gitu ya KKN’’. Pas itu aku di semester akhir kuliah dan harus ngambil KKN atau magang. Aku jadi merasa beruntung sih pas KKN nggak ngalamin yang serem kayak gitu, hehe.

 

KKN di Desa Penari adalah film horor pertama Adinda. Bagaimana Adinda mempersiapkan diri untuk itu? Apalagi, ada adegan bersama ular sungguhan.

Persiapan kami tiga bulan. Ada workshop sama ular dan juga latihan menari. Aku sejujurnya merasa banyak ketakutan soalnya syuting di desa dan hutan. Terus aku juga dasarnya takut ular, tapi harus dililit ular yang beratnya 5 kilogram dan beneran, bukan CGI. Untung, aku dibantu sama teman-teman kru.

 

Ketika syuting pada 2020, apa Dinda sempat mengalami kejadian mistis?

Pas di scene hajatan, aku sempat jatuh, black out sebentar gitu. Sekitar 5 menit aku pingsan dan merasa kayak ada yang dorong aku. Pas bangun, aku agak bingung dan pusing kepala karena kayaknya kepala kebentur. Ternyata aku dikasih tahu kalau aku nggak sengaja menendang sesajen di bawah pohon pas jalan.

 

Dengan pengalaman mistis, menghadapi hewan yang ditakuti, dan syuting yang berat, bagaimana respons Widya saat film sempat tertunda perilisannya?

Aku sama dengan netizen yang bertanya-tanya kapan tayangnya. Aku dan cast lain juga takut nggak bisa memenuhi ekspektasi penonton. Pas udah mau tayang, kami excited. Terus, ternyata film direspons dengan happy, itu jadi reward buat kami.

 

Hingga kini, KKN di Desa Penari jadi film Indonesia terlaris sepanjang masa. Bagaimana respons Adinda terkait dengan pencapaian itu?

Bersyukur banget. Ini adalah bonus yang luar biasa dari Allah SWT. Aku dan semua cast seneng banget. Dulu pas syuting kami berharap film KKN sebatas jadi film box office atau dapat 5 juta penonton. Ternyata antusiasme dan apresiasi besar banget, terus dapat 8 juta lebih. Masih tayang pula. Makasih banget deh buat teman-teman penonton di Indonesia.

 

Jadi, apakah tertarik main film horor lagi?

Pas 2020, habis syuting KKN di Desa Penari, aku sempet bilang nggak mau main film horor lagi karena capek dan perlu jeda setahun. Namun, karena filmnya tertunda dua tahun, sekarang aku jadi nggak kapok main film horor lagi.

 

Kenapa Banyak Orang Menonton KKN di Desa Penari?

Sudah ada tawaran film horor lagi?

Alhamdulillah, sudah ada. Cuma lagi menyesuaikan juga untuk karakter dan ceritanya bagaimana. Aku lebih suka jadi karakter yang berbeda, mungkin jadi hantu atau orang gila.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

1 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

1 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

1 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

1 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

1 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

1 hari ago