Categories: Gaya Hidup

Ini 7 Fase Diri yang Hancur Karena Diselingkuhi Pasangan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sebagian pasangan memiliki rintangan dan tantangan. Salah satunya menyangkut kesetiaan. Di era digital saat ini, peluang tak setia lebih rentan terjadi.

Dilansir dari Marie Claire, penelitian di Inggris menyebutkan hampir setengah (45 persen) pria mengakui bahwa mereka pernah selingkuh setidaknya sekali seumur hidup. Demikian pula, seperlima (21 persen) perempuan pernah diselingkuhi.

Tak harus melulu selingkuh fisik. Sebab, ada pula perselingkuhan emosional, misalnya ketika seseorang bersikap merayu, romantis atau genit di belakang pasangannya. Batasan antara obrolan, sikap ramah, dan perselingkuhan emosional memang sulit dibedakan.

Pakar hubungan dan psikolog menjelaskan, apa saja fase-fase selingkuh secara fisik maupun emosional. Hal ini penting diketahui untuk mendeteksi pasangan yang tak setia.

“Penting untuk disadari bahwa perasaan bisa datang dan pergi, dan Anda akan melalui tahapan yang berbeda. Beberapa mungkin merasa sangat kontradiktif, misalnya marah dan frustrasi,” kata Pakar Hubungan Kate Moyle untuk LELO.

“Maka penting untuk memberi diri ruang untuk perasaan. Jangan salahkan diri sendiri. Jangan terlalu keras pada diri sendiri,” kata Kate.

Dalam terapi, Kate mengatakan bahwa kadang-kadang seseorang merasa kehilangan nyawa dalam hubungannya atau gairah. Maka ada 7 fase yang terjadi saat pasangan selingkuh, yakni syok, penyangkalan, marah, menyalahkan, tawar-menawar, depresi, dan menerima.

“Pada tahap awal perpisahan, ini akan sangat hancur dan berduka. Anda benar-benar akan berduka atas kehilangan mantan pasangan,” kata Psikolog dan Pendiri Klinik Psikologi Internasional Dr Martine Paglia.

Menurutnya saat-saat paling sulit adalah saat ketika Anda mengetahui pasangan berselingkuh. Maka kesedihan adalah reaksi yang wajar dan normal.

“Anda akan memikirkan tentang waktu yang dihabiskan bersama, hal-hal yang telah dilakukan, pengalaman yang Anda bagi satu sama lain, dan sebagainya. Anda mungkin akan mulai merasa bersalah dan sedih. Ini normal dan akan dilalui oleh setiap pasangan yang mengalaminya,” jelas Martine.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

3 jam ago

Sembunyi di Parit, Terduga Pengedar Sabu di Kampa Dibekuk Polisi

Terduga pengedar sabu MA (26) dibekuk polisi saat bersembunyi di parit di Kampa. Petugas mengamankan…

3 jam ago

Kemiskinan Pekanbaru Ditarget Turun dari 3,1 Persen Jadi 2 Persen dalam Tiga Tahun

Pemko Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun dari 3,1 persen menjadi 2 persen dalam tiga tahun…

4 jam ago

Tender Batal, Pembangunan Pasar Tembilahan Rp19,9 Miliar Kembali Tertunda

Tender proyek pembangunan Pasar Tembilahan senilai sekitar Rp19,9 miliar batal. Pemkab Inhil mempertimbangkan pelaksanaan pembangunan…

4 jam ago

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago