Categories: Gaya Hidup

Kekhasan dari Secangkir Kopi yang Bisa Laris Manis

RIAUPOS.CO – Banyaknya kedai kopi dan aneka ragam jenis kopi membuat konsumen memiliki banyak pilihan. Akan tetapi setiap secangkir kopi punya ciri khas dan cita rasa sendiri. Tentu setiap orang punya alasan dalam memilih secangkir kopi favoritnya.

CEO & Founder Kopi Janji Jiwa Billy Kurniawan menilai, seperti apapun pertumbuhan kedai kopi dan penjualannya, faktor paling utama kekuatan secangkir kopi adalah pada rasanya.

“Kalau kita lihat dari riset Nielsen, es kopi susu punya segmen sendiri, latte dan cappuccino juga beda segmennya. Kopi instan juga ada segmennya,” kata pria yang baru saja meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Atas Rekor ‘Pertumbuhan Kedai Kopi Tercepat Dalam Satu Tahun’ itu baru-baru ini.

Billy menambahkan, kopi adalah minuman favorit yang wajib diminum setiap hari oleh sebagian orang. Hal itu berbeda dengan pasar minuman kekinian yang kemungkinan tidak diminum setiap hari.

“Misalnya kita sebut es kepal, sempat booming tapi redup sekarang. Itu karena tak diminum setiap hari. Beda dengan kopi,” katanya.

Billy memberikan tips bagi para milenial atau startup yang ingin sukses berbisnis kedai kopi:

 

1. Biji Kopi
Biji kopi yang digunakan tentu harus berkualitas baik. Setiap brand harus memiliki ciri khas atau karakteristik. Asal muasal biji kopi harus bisa dipertahankan kualitas rasanya.

 

2. Roasting dan Racikan
Roasting adalah proses pemanggangan biji kopi mentah. Proses roasting yang baik akan menghasilkan rasa yang sedap. Menurut Billy, setiap warga di sebuah negara punya selera berbeda. Di Indonesia, pencinta kopi suka dengan rasa yang bold dan strong. “Strong asam enggak suka. Orang Indonesia sukanya strong pahit. Ketika konsumsi strength-nya ada espresso yang kuat, rasa itulah yang membedakan rasa yang lain,” kata Billy.

 

3. Kreasi Rasa
Salah satu cara untuk memberikan rasa yang berbeda dari kopi lainnya adalah memberikan kreasi rasa. Misalnya dengan mengganti gula dengan gula aren. Gula aren memiliki tingkat Indeks Glikemi lebih rendah sehingga cenderung lebih aman bagi gula darah. Rasanya juga lebih legit saat tercampur dengan kopi.

 
Faktor Lainnya

Faktor pendukung lain yang membuat kopi terasa lebih enak diseruput adalah suasana kedai kopi tersebut. Kedai kopi harus dibuat lebih nyaman dan Instagramable sehingga konsumen betah berlama-lama dan tak cukup hanya minum secangkir kopi.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

13 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

13 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

14 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

1 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

1 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

1 hari ago