Categories: Gaya Hidup

Begini Cara Menghindari Keracunan CO di Kabin Mobil

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kondisi mobil yang terawat baik eksterior maupun interior sangatlah penting diperhatikan untuk kenyamanan. Berbicara interior mobil pastikan tak ada kebocoran gas buang, karena ini bisa mengakibatkan kematian.

Keracunan gas karbonmonoksida (CO) di dalam mobil, bisa saja terjadi akibat adanya kebocoran atau celah yang memungkinkan gas tersebut masuk ke kabin. Nah, untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya perhatikan dan lakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Keluarlah dari mobil atau matikan mesin ketika Anda harus menunggu di dalam mobil dalam jangka waktu yang lama, terutama di tempat tertutup seperti di parkiran bawah tanah atau garasi. Selain untuk mencegah masuknya gas CO, tindakan ini akan mengurangi konsumsi bahan bakar serta mengurangi resiko catalitic converter menjadi terlalu panas.
  2. Periksa kondisi mobil terutama bodi bagian bawah, dekat mesin, dan knalpot, dari kemungkinan keropos atau adanya celah yang memungkinkan gas buang masuk ke dalam kabin.
  3. Bila sistem pendingin (AC) dilengkapi pemilihan sirkulasi udara kabin, hindari memilih sirkulasi udara luar saat kondisi macet karena dapat mengakibatkan udara luar bercampur gas buang dari kendaraan lain masuk ke dalam kabin. Tak kalah penting, lakukan perawatan berkala untuk saringan udara AC agar kebersihan udara di dalam kabin tetap terjaga.

Anda harus mengetahui gejala-gejala keracunan CO karena gas ini tidak berwarna dan tidak berbau. Gejala yang umum terjadi adalah sakit kepala, mual dan kelelahan. Kemudian pada paparan berikutnya atau keracunan CO pada konsentrasi lebih tinggi dapat menyebabkan kebingungan, pusing, lemah, mengantuk, sakit kepala parah, bahkan pingsan.

Bila Anda menjumpai korban yang keracunan gas karbonmonoksida, segera berikan pertolongan pertama, dengan cara:

  • Pindahkan korban ke tempat yang jauh dari sumber karbonmonoksida, berudara segar dan hangat.
  • Longgarkan pakaian korban supaya mudah bernapas, dan lakukan pernapasan buatan jika korban sulit bernapas
  • Tenangkan korban, karena terlalu banyak gerakan otot menyebabkan meningkatnya kebutuhan oksigen sehingga persediaan oksigen ke otak dapat berkurang.
  • Segera bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

15 jam ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

16 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

16 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

3 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

4 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

6 hari ago