waspada-keramas-malam-hari-buat-rambut-rusak
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Berbagai informasi dari mulut ke mulut seputar keramas seringkali dipercaya oleh sebagian orang. Salah satunya soal waktu yang tepat kapan harus keramas. Ada yang menganggap keramas malam hari tidak dianjurkan. Benarkah?
Dilansir dari Boldsky, Minggu (12/1), ternyata keramas malam hari bisa membuat rambut rusak. Selain itu, Anda akan tidur dengan rambut basah. Beberapa efek lain keramas malam hari di antaranya,
1. Bikin Kusut
Keramas di malam hari membentuk simpul di rambut yang membuat rambut lebih kusut dibandingkan dengan rambut kering. Dan ketika kita keramas malam hari, kita biasanya cenderung tidak menyisirnya. Ketika tidur dengan rambut basah, karena terus-menerus mengubah posisi tidur, simpul dan kusut terbentuk di rambut dan itu selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan rambut.
2. Rambut Rontok
Keramas malam hari bisa menyebabkan rambut rontok. Pergeseran posisi yang konstan selama tidur dapat membentuk kusut di rambut. Itu menyulitkan Anda menyisir rambut di pagi hari dan menyebabkan rambut rontok.
3. Merusak Tekstur Rambut
Rambut basah tergesek ke bantal dapat menyebabkan tekstur rambut rusak.
4. Picu Jamur
Ada kemungkinan rambut dihinggapi jamur. Bukan rahasia lagi bahwa lingkungan basah sangat ideal untuk jamur. Tidur dengan rambut basah membuat kulit kepala tumbuh jamur dan dapat menyebabkan masalah seperti ketombe dan kulit kepala gatal.
Solusinya
Jika memang terpaksa harus keramas malam hari dalam situasi tertentu, pastikan rambut harus kering sempurna sebelum tidur. Gunakan pengering rambut untuk benar-benar mengeringkan rambut sebelum tidur.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.
Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.
PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.
Pegawai PNM Ukui, Ardi Yahya, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Indragiri, Inhu