Categories: Gaya Hidup

Jangan Tunggu Kehilangan, Ini Penyesalan Terbesar pada Orang Tua

RIAUPOS.CO – Ada penyesalan yang tidak datang dengan suara keras, melainkan hadir dalam keheningan. Ia terasa saat rumah mendadak sunyi, ponsel tak lagi berdering dengan nama yang dulu akrab, atau ketika ingin bercerita tetapi tak tahu lagi kepada siapa.

Banyak orang baru benar-benar memahami arti kehadiran orang tua setelah mereka tiada. Bukan karena kurangnya rasa sayang, melainkan karena anggapan bahwa waktu akan selalu tersedia. Padahal, waktu tidak pernah berjanji untuk menunggu siapa pun.

Dilansir dari Geediting, Selasa (6/1), ada sepuluh hal yang paling sering disesali seseorang karena tidak cukup menghargai orang tua semasa hidup. Hal-hal tersebut tampak sederhana, namun meninggalkan dampak yang menetap seumur hidup.

Penyesalan pertama datang dari kebiasaan menunda kebersamaan. Kesibukan mengejar karier, usaha, keluarga, atau ambisi pribadi kerap dijadikan alasan dengan harapan bisa diganti “nanti”. Namun ketika disadari, waktu itu ternyata tak pernah benar-benar datang. Orang tua tidak menunggu versi terbaik anaknya di masa depan, melainkan kehadiran hari ini.

Selanjutnya, banyak orang menganggap kehadiran orang tua sebagai sesuatu yang pasti. Telepon dianggap bisa dilakukan nanti, kunjungan bisa ditunda, dan obrolan bisa menunggu esok hari. Setelah orang tua tiada, barulah disadari bahwa kehadiran manusia tidaklah permanen, dan hal yang dulu terasa biasa justru menjadi paling dirindukan.

Penyesalan juga kerap muncul karena lebih sering membantah daripada mendengarkan. Nasihat orang tua sering dianggap ketinggalan zaman atau terlalu mengatur. Padahal, setelah mereka pergi, banyak yang menyadari bahwa nasihat itu lahir dari cinta dan pengalaman, bukan keinginan untuk mengontrol.

Tidak mengungkapkan rasa sayang secara langsung menjadi penyesalan berikutnya. Dalam budaya tertentu, ungkapan “aku sayang kamu” dianggap tak perlu diucapkan. Namun saat kesempatan itu tertutup selamanya, kata-kata sederhana yang tak pernah terucap justru menjadi beban ingatan.

Sebagian orang juga menyesal karena lebih fokus pada kekurangan orang tua dibandingkan pengorbanannya. Kesalahan dan sifat mereka mudah terlihat, sementara pengorbanan besar yang dilakukan sering terabaikan. Setelah kepergian mereka, barulah pemahaman itu datang—sayangnya, sudah terlambat.

Penyesalan lain datang dari kurangnya waktu untuk percakapan sederhana. Obrolan ringan tentang hal sepele sering diakhiri dengan terburu-buru atau dijawab singkat. Padahal, dari percakapan kecil itulah kenangan hangat terbentuk.

Banyak pula yang tidak benar-benar menghargai orang tua saat mereka masih sehat. Ketika orang tua masih mandiri, perhatian kecil sering dianggap tidak perlu. Penyesalan baru muncul ketika kesehatan menurun atau saat mereka telah tiada.

Ego yang dibiarkan mengalahkan kedekatan juga menjadi sumber penyesalan. Pertengkaran kecil dan perbedaan pendapat sering dibiarkan tanpa penyelesaian. Waktu berlalu, dan kesempatan untuk berdamai ternyata jauh lebih singkat dari yang dibayangkan.

Selain itu, tidak menanyakan cerita hidup orang tua juga meninggalkan penyesalan mendalam. Setiap orang tua memiliki kisah perjuangan dan mimpi yang mungkin tak pernah terucap. Ketika kesadaran datang, cerita itu tak lagi bisa didengar.

Penyesalan terbesar adalah tidak menjadi anak yang benar-benar hadir. Bukan soal materi atau pencapaian, melainkan kehadiran emosional. Ada secara fisik, tetapi tidak sepenuhnya hadir dengan hati, menjadi hal yang paling sering diratapi setelah semuanya berakhir.

Artikel ini tidak ditujukan untuk menyalahkan siapa pun. Sebagian besar penyesalan lahir dari ketidaksadaran bahwa waktu begitu rapuh. Jika orang tua masih ada, kesempatan itu masih dimiliki—kesempatan untuk menelepon, mendengarkan, memeluk, memaafkan, dan mengucapkan terima kasih serta rasa sayang.

Sumber : Jawapos.com

Redaksi

Recent Posts

Terjatuh ke Laut, ABK KM Makmur Jaya 89 Hilang di Perairan Selat Bengkalis

Seorang ABK KM Makmur Jaya 89 jatuh ke laut di perairan Selat Bengkalis. Hingga hari…

16 menit ago

Bombastic Rider Club Siap Tampil dengan Nama Baru di Riau Pos Fun Bike 2026

Bombastic Rider Club memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan 20 anggota sekaligus menjadikan…

60 menit ago

150 Mahasiswa Kesmas UHTP Jalani PBL di Kecamatan Binawidya

Sebanyak 150 mahasiswa Kesmas UHTP melaksanakan PBL di Kecamatan Binawidya sebagai sarana praktik lapangan dan…

2 jam ago

WhatsApp Punya Fitur Rahasia, Ini 5 Cara Lindungi Chat Pribadi Kamu

Lindungi privasi chat WhatsApp dengan lima cara mudah, mulai dari Chat Lock, sidik jari, verifikasi…

2 jam ago

The Zuri Hotel Pekanbaru Hadirkan Promo Intimate Wedding Awal 2026

The Zuri Hotel Pekanbaru menghadirkan promo Intimate Wedding 2026 dengan konsep elegan dan hangat, lengkap…

20 jam ago

JNE Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn

JNE menjadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn yang digelar 31 Januari, sekaligus…

20 jam ago