Categories: Pekanbaru

Harga Cabai Merah Mulai Turun, Ayam dan Telur di Pekanbaru Masih Mahal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Memasuki awal tahun 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di pasar-pasar tradisional Kota Pekanbaru masih terpantau tinggi. Komoditas yang belum mengalami penurunan di antaranya ayam potong dan telur, sementara harga cabai merah mulai menunjukkan tren penurunan.

Pantauan Riau Pos, Selasa (6/1), di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Dupa Kencana di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Marpoyan Damai, serta Pasar Tumpah di Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukit Raya, harga cabai merah mulai turun dari sebelumnya Rp60.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah yang kini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, dari sebelumnya mencapai Rp70.000 per kilogram. Namun, kondisi berbeda terjadi pada cabai hijau yang justru mengalami kenaikan harga.

Harga cabai hijau yang sebelumnya berkisar Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau masih bertahan tinggi di kisaran Rp70.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga ayam potong masih dijual relatif tinggi, yakni berkisar Rp30.000 hingga Rp33.000 per kilogram, tergantung ukuran. Harga telur ayam ras juga belum mengalami penurunan, masih berada di kisaran Rp56.000 hingga Rp62.000 per papan berisi 30 butir.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran. Wortel yang sebelumnya dijual sekitar Rp15.000 per kilogram kini naik menjadi Rp20.000 per kilogram. Terong ungu dijual Rp12.000 per kilogram dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram, sementara kentang naik dari Rp12.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Dupa Kencana, Rika, mengatakan harga cabai merah kini sudah kembali normal seiring melimpahnya pasokan dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, untuk cabai hijau dan cabai rawit hijau justru mengalami keterbatasan stok sehingga harganya kembali melonjak.

“Cabai merah dan bawang sudah mulai normal karena stoknya banyak dari berbagai daerah. Tapi cabai rawit hijau malah naik karena permintaan tinggi sejak akhir tahun lalu, sementara stoknya masih terbatas, jadi harganya ikut naik,” ujarnya. (ayi)

Redaksi

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

1 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

1 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

1 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

1 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

2 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

2 hari ago