Categories: Feature

SDN 57 Pekanbaru, Tetap Semangat walau Lima Murid Baru

SDN 57 Pekanbaru adalah salah satu sekolah yang viral karena sedikitnya peserta didik baru yang mendaftar. Sekolah yang memiliki bangunan tua, dengan infrastruktur yang juga terbatas itu berada di Jalan Mangga, Kelurahan Jadirejo, Kecamatan Sukajadi.

Laporan JOKO SUSILO, Sukajadi

Sekolah ini sudah berdiri sejak setengah abad lalu. Didirikan pada 4 Juni 1974. Proses belajar mengajar pun sudah sangat lama dilakukan di sekolah ini, namun sayangnya dalam dua tahun terakhir, jumlah murid yang mendaftar ke sekolah tersebut terus menurun. Tahun ini yang paling sedikit, hanya memiliki lima orang murid baru.

Kendati hanya mengajar dengan lima orang murid, para guru tetap semangat melakukan MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah).

Senin (15/7) pagi, senyuman serta semangat masih menghiasi wajah guru yang mengajar. Para murid juga terlihat antusias mengikuti MPLS, walau hanya beberapa orang saja di dalam kelas.

Beberapa dari murid ini berani untuk memperkenalkan diri di depan kelas, didampingi oleh guru wali kelas.

Kepala SDN 57 Pekanbaru Asmalaili mengatakan, ada kemungkinan lima murid baru tersebut akan dipindahkan ke SDN 153 Pekanbaru, sesuai arahan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru.

Sementara untuk peserta didik kelas 2-6 SD, mereka diberikan waktu setahun untuk tetap bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Mendengar informasi tersebut, membuat  Siti Arah salah satu orang tua murid baru mengutarakan kesedihannya. Ia berharap agar sekolah SD 57 itu bisa tetap bertahan dengan cara mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.

Ia juga bercerita bahwa ada dua orang anak yang yang ia sekolahkan di sekolah tersebut, satu sudah kelas tiga, dan satunya peserta didik baru.

“Sedih sih melihat ini, makanya saya masukkan anak saya sekolah ke sini, biar ramai, biar maju, agar anak-anak tetap di sini. Kalau bisa tetap dipertahankan,” harapan Siti.

Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, SDN Pekanbaru sudah dipastikan akan digabung dengan sekolah lainnya. Pertimbangan tersebut dilakukan mengingat sekolah yang berada di tengah Kota Pekanbaru sepi pendaftar tiap tahunnya. ”Tahun depan merger dengan SD yang lain. Jadi hanya diberikan waktu sekitar satu tahun ini,” tutupnya.***

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kane vs Haaland Jadi Sorotan, Striker Inggris: Kami Punya Gaya Bermain Berbeda

Harry Kane menolak dibandingkan dengan Erling Haaland jelang laga Inggris vs Norwegia dan optimistis The…

8 jam ago

Polsek Mandau Bongkar Peredaran Sabu, Pria 32 Tahun Ditangkap dengan 32 Paket Barang Bukti

Polsek Mandau menangkap pria berinisial MR dalam kasus dugaan peredaran sabu. Polisi menyita 32 paket…

14 jam ago

120 Pebulutangkis Muda Masih Bertahan, Perebutan Super Tiket Audisi PB Djarum di Pekanbaru Makin Sengit

Persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru makin ketat. Sebanyak 120 atlet muda masih…

17 jam ago

Progres Sekolah Rakyat di Kuansing Capai 82 Persen, Plt Bupati Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuansing telah mencapai 82 persen. Plt Bupati Muklisin meminta kontraktor menjaga…

17 jam ago

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

2 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

2 hari ago