Categories: Feature

Jelang Hari Kemerdekaan Ke-79 RI, Pembuat Bendera Mulai Marak

Jelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-79 tahun, pedagang dan pembuat bendera mulai marak di Kota Pekanbaru.

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hampir di banyak ruas jalan di dalam Kota Pekanbaru sudah terlihat pedagang-pedagang yang menjajakan bendera Merah Putih aneka ukuran, umbul-umbul dan asesoris perayaan Hari Kemerdekaan RI lainnya. Di sudut kota, juga para penjahit memilih untuk membuat atau menjahit bendera.

Seperti yang dilakukan Amen Chaniago, pembuat bendera di Jalan KH Ahmad Dahlan Kecamatan Sukajadi. Di tempat tinggalnya sekaligus tempat ia berjualan bendera, berjejer beberapa helai bendera Merah Putih.

Kepada Riau Pos, Selasa (6/8), Armen mengaku ia membuat bendera Merah Putih dengan lima jenis model bendera. Di mana ukuran paling besar adalah 1,5 meter x 1 meter. Lalu ada ukuran 1,20 meter x 20 cm. Juga ada bendera 1 meter x 60 cm, dan 90 cm x 60 cm.

”Kalau yang banyak dicari untuk dipasang di depan rumah yang ukuran 90 cm x 60 cm. Karena selain harganya murah, juga ukurannya pas kalau dipasang di depan rumah,” kata Armen.

Ia mengaku menjual bendera ukuran 90 cm x 60 tersebut di harga Rp25.000 per helai. Sedangkan untuk harga jual bendera lainnya, ia bandrol mulai dari Rp35.000 hingga Rp50.000.

Sementara itu, untuk bahan pembuatan bendera sendiri, Armen mengaku sampai saat ini tidak mengalami kesulitan. Pasalnya, bahan kain pembuatan bendera mudah didapatkan di seluruh toko kain yang ada di Kota Pekanbaru.

”Kalau kendala bahan sampai sekarang tidak ada. Karena stok murah didapatkan di toko kain,” ucapnya.

Lanjut Armen, biasanya dirinya setiap kali ingin berjualan bendera di saat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia harus memesan terlebih dahulu stokk bendera jadi dari luar kota. Namun saat ini, ia mencoba peruntungan baru dengan membuat dan memasarkannya sendiri di pinggir Jalan KH Ahmad Dahlan Kecamatan Sukajadi.

Apalagi niat dirinya berjualan bendera bukan hanya sekadar mencari nafkah saja. Tetapi juga meningkatkan kecintaan masyarakat akan Tanah Air Indonesia yang akan berulang tahun ke-79 tahun.

”Kalau patokan harga tidak ada. Karena kita jualan di rumah sendiri yang tidak ada biaya sewa lapak. Jadinya kita jualan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saja. Kalau mereka mau beli yang harga Rp20.000 kita siap buatkan. Ini kan bukan sekadar uang, tapi meningkatkan nasionalisme dan cinta tanah air. Itu kan bendera kita bersama,” tuturnya.(ayi)

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 jam ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

19 jam ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

20 jam ago

Hakim Vonis Ringan Kasus Penggelapan Miliaran, Kejari Inhil Siap Banding

Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…

21 jam ago

45 Jemaah Haji Riau Akhirnya Berangkat Usai Alami Penundaan

Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…

22 jam ago

Wako Pekanbaru Jemput Dukungan Pusat, Gaspol Benahi Sistem Sampah

Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…

1 hari ago