smartfren-business-sediakan-layanan-teknologi-untuk-kemajuan-bisnis
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 yang merebak di awal 2020 menyebabkan sebagian besar industri beralih ke ranah digital. Tak jarang ditemui perusahaan mengadopsi model bisnis digital untuk efisiensi operasi dan mempertahankan beberapa aliran pendapatan.
Menanggapi fenomena ini, marketeers bersama dengan Smartfren Business mengadakan pemaparan Marketeers Insight, Business Digitalization Trend in Pandemic Era berdasarkan riset yang telah diadakan selama Juli-Agustus 2021 dengan responden lintas sektoral di Indonesia. Pemaparan ini berfokus pada perilaku pelanggan business-to-business (enterprise) terkait digitalisasi dan penggunaan teknologi, Rabu (29/9).
Diskusi eksklusif marketeers bersama dengan rekan-rekan media diadakan secara langsung lewat platform Zoom menghadirkan CEO Smartfren Business Rangarajan Kalyanasundaram, CEO MarkPlus Inc Iwan Setiawan, Business Analyst MarkPlus Inc James Pratama, dan Head of Strategy and Planning Smartfren Business Satya Fajar Pratama .
"Smartfren Business akan terus menyediakan layanan terbaik dan solusi bagi enterprise yang membutuhkan layanan bagi usahanya. Kita akan terus melihat perkembangan dan menyesuaikan kebutuhan dari setiap klien dari Smartfren Business. Melalui acara ini, kami berharap dapat memberikan gambaran mengenai apa kesulitan yang dihadapi oleh pemilik usaha dan memberikan solusi terbaik kepada mereka," ucap Ranga Kalyanasundaram.(anf)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.