lion-air-group-stop-operasi-5-hari
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sejak kemarin (27/5), Lion Air Group tidak melayani penerbangan. Pesawat-pesawat Lion Air, Wings Air, dan Batik Air berhenti beroperasi hingga 31 Mei. Alasannya, banyak calon penumpang yang tak bisa melanjutkan perjalanan karena tidak mengikuti ketentuan bepergian dengan pesawat udara.
"Berdasar evaluasi atas pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang," ungkap Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro kemarin. Padahal, calon penumpang sudah mengeluarkan biaya. Hal itu menimbulkan kerugian di pihak konsumen.
Rata-rata penumpang yang gagal terbang tidak mengetahui ketentuan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat udara. "Dengan demikian, kami berkesimpulan bahwa para calon penumpang masih butuh sosialisasi yang lebih intensif agar lebih memahami ketentuan dan persyaratan yang diperlukan untuk rencana bepergian dengan pesawat udara," paparnya.
Sejumlah dokumen harus dipenuhi penumpang agar bisa terbang selama masa pembatasan karena pandemi. Misalnya, surat keterangan bebas Covid-19 dan surat keterangan tugas dari kantor. "Calon penumpang belum sepenuhnya memahami bagaimana dokumen perjalanan dipenuhi dan di mana mendapatkannya," imbuh Danang.
Bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket, akan ada pengembalian dana tanpa potongan. Pilihan lainnya, perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…