JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Pertamina (Persero) menyampaikan, Indonesia masih perlu banyak membangun kilang yang menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas sesuai standar global. Direktur Utama Nicke Widyawati menyampaikan, melalui Refinery Development Master Plan (RDMP), BUMN migas itu berupaya mewujudkannya.
“Jangan lupa, kita bangun kilang sebagian besar itu kita improvement dari kilang eksisting untuk meningkatkan kualitas produk,” ujarnya melalui konferensi pers virtual, Ahad (26/7/2020).
Nicke menyebut, saat ini produksi standar bahan bakar Indonesia masih Euro 2. Padahal, tuntutan bahan bakar dunia saat ini adalah Euro 4, yang diklaim lebih ramah lingkungan.
Artinya, Indonesia masih belum memenuhi standar tersebut. Pasokan BBM dengan kualitas Euro 4 juga belum mencukupi permintaan domestik.
“Saat ini, produksi kita masih Euro 2 sebagian besar. Padahal tuntutan dunia dari segi lingkungan itu Euro 4 dan Euro 5,” ucapnya.
Di sisi lain, Pertamina juga berencana mengakuisisi sejumlah perusahaan migas di luar negeri. Sebab, reserve to production (RTP) ratio Pertamina saat ini adalah 7 tahun.
Jika perseroan tidak segera mencari cadangan minyak baru atau melakukan akuisisi dengan perusahaan lain, maka cadangan eksisting akan habis dalam 7 tahun.
“Akuisisi ini cara cepatnya, jadi langsung mendapatkan peningkatan cadangan dan produksi,” pungkas Nicke.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Hary B Koriun
Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…
BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…
Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.