Categories: Ekonomi Bisnis

Ekspor di Monowali Industrial Park Capai 8 Miliar AS

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa ekspor kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) nilainya telah mencapai USD 8 miliar di 2019.

Hal itu lebih besar ketimbang ekspor mobil Jepang yang diproduksi di Indonesia. Padahal, produk pabrikan Jepang itu telah berdiri selama 30 tahun, sedangkan IMIP baru 5 tahun.

Nilai sebesar USD 8 miliar itu didapat dari ekspor produk olahan nikel ore berupa stainless steel yang diproduksi di kawasan industri tersebut.

"Produk Jepang yang sudah ada di Indonesia 30 tahun itu ekspor mobil kita kira-kira masih USD 8 miliar, jadi cuma dalam lima tahun kita bisa melebihi pabrik mobil itu dengan stainless steel, belum carbon steel dan seterusnya," ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (26/2).

Bahkan, pada tahun ini, ditargetkan nilai ekspor produk yang berada di kawasan tersebut mencapai USD 11 miliar. Luhut meyakini hal itu dapat tercapai, sebab produksi carbon steel mulai ditingkatkan untuk mendukung ekspor.

"Tahun ini ada carbon steel. Kita akan punya ekspor kira-kira USD 11 miliar," terang dia.

Namun, target ekspor tersebut bukanlah angka yang sebenarnya. Proyeksinya pun mengalami penurunan akibat wabah COVID-2019 yang berasal dari Negeri Tirai Bambu dan mempengaruhi rantai pasok barang di dunia.

"Itu karena ada coronavirus, tanpa ada coronavirus kita ekspektasi tahun ini USD 13 miliar," ucap Luhut.

Peningkatan nilai tambah yang dilakukan memang seharusnya sudah dilakukan sejak dahulu. Mengingat, sebelumnya lebih dari 50 tahun lalu, Indonesia hanya menjual komoditas bahan mentah tanpa ada nilai tambah seperti PT Freeport.

"Berpuluh tahun kita tidak pernah melakukan value added makanya kita transformasi ekonomi kita dari commodity base menjadi value added base. Contoh nikel ore, itu kita proses menjadi steel, baterai, dan lithium baterai dan kemudian kita recycling," ungkap dia.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat yang saat ini usianya masih di bawah 50 tahun akan dapat menikmati masa depan yang lebih baik.

"Bapak Ibu yang sekarang masih di bawah 50 tahun, Anda akan menikmati masa depan Indonesia yang hebat kalau kita konsisten terhadap policy kita. Masa 50 tahun Freeport nggak ada value added, cangkul cangkul cangkul dan kirim ke luar," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

5 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

6 jam ago

Menang 38-23 atas Dharma Loka, SMP ICS Pekanbaru Tantang Al Azhar di Semifinal

SMP ICS Pekanbaru sukses mengamankan tiket semifinal Riau Pos-HSBL 2026 usai menundukkan SMP Dharma Loka…

6 jam ago

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Polresta Pekanbaru Bagikan 1.300 Masker N95 ke Pengendara

Satlantas Polresta Pekanbaru membagikan 1.300 masker N95 gratis di Jalan Diponegoro guna meminimalisir risiko ISPA…

6 jam ago

Kapolda Riau dan Ustaz Abdul Somad Resmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang

Kapolda Riau Herry Heryawan dan Ustaz Abdul Somad meresmikan SLB Cahaya Rimbo Panjang untuk pendidikan…

7 jam ago

Wako Agung Tegaskan Dukungan untuk PSPS, Bidik Promosi ke Liga 1

Wako Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan dukungan untuk PSPS dan mengajak suporter menjaga sportivitas demi target…

8 jam ago