Categories: Ekonomi Bisnis

Setelah PSBB Dicabut, Fitur Antar Penumpang Diminta Diaktifkan Lagi di Aplikasi Ojol

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sudah lebih dua bulan fitur mengantar penumpang hilang dari aplikasi Gojek dan Grab setelah wabah corona (Covid-19) merebak di Indonesia. Kondisi ini menjadi berat bagi para pekerja ojek daring karena mereka pendapatan mereka jauh menurun.

Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) Garda Indonesia berharap Gojek dan Grab mengaktifkan kembali fitur angkut penumpang saat fase ketiga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta berakhir pada 4 Juni.

Gojek dan Grab memilih mematikan fitur angkut penumpang pada aplikasi masing-masing di wilayah yang menerapkan PSBB. Hal ini membuat para pengemudi ojol hanya bisa memanfaatkan fitur antar makanan dan barang. 

Ketua Presidium Garda Indonesia, Igun Wicaksono, mengatakan, pihaknya dan mitra ojol tak pernah setuju dengan keputusan menghentikan sementara fitur antar penumpang. Dia mengatakan itu berdampak pada pengurangan pendapatan.

"Kami berharap, dengan berakhirnya PSBB, fitur layanan penumpang dapat diaktifkan kembali agar pendapatan pengemudi ojol secara perlahan dapat normal kembali," kata Igun di Jakarta, Senin (25/5/2020).

Igun menjelaskan, terjadi penurunan pendapatan sangat drastis pada wilayah yang memberlakukan PSBB, antara 70-90 persen.  Dia juga mengatakan kenaikan pengiriman barang maupun pesan antar makanan selama PSBB tidak signifikan.

"Layanan pengiriman barang maupun pesan antar makanan hanya menyumbang kenaikan 10-20 persen saja, tidak signifikan. Sehingga beberapa pengemudi ojol ada yang mencari penghasilan alternatif, seperti berjualan bagi yang masih memiliki modal," kata Igun.

Gojek dan Grab hingga saat ini belum memberikan respons terkait kebijakan pengaktifan kembali fitur antar penumpang usai PSBB fase ketiga di Jakarta berakhir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang PSBB di Jakarta hingga 4 Juni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pelaksanaan tahap ketiga ini diharapkan menjadi yang terakhir namun bisa jadi diperpanjang jika diperlukan.

Anies mengklaim selama pelaksanaan PSBB tahap pertama dari 10 April hingga tahap kedua yang berakhir pada 22 Mei, penyebaran virus corona di ibu kota mulai menurun. 

Sumber: Antara/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Zakat ASN Pemprov Riau Capai Rp61 Miliar, Plt Gubri Pimpin Gerakan Berzakat

Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…

11 jam ago

Kabar Baik untuk ASN, Pemko Pekanbaru Bayar Gaji, THR hingga TPP Sekaligus

Pemko Pekanbaru mencairkan gaji, THR, TPP dan TPP ke-14 ASN sekaligus pada Maret untuk membantu…

13 jam ago

Jalan Parit Guntong–Pulau Kijang Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera

Warga keluhkan kondisi jalan Parit Guntong–Pulau Kijang di Inhil yang rusak dan berlumpur. Mereka berharap…

1 hari ago

Motif Cinta Segitiga, Terduga Pelaku Pembunuhan Guru di Dumai Meninggal Dunia

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan guru di Dumai meninggal dunia saat dirawat di RSUD setelah…

1 hari ago

Kolaborasi Dua Perusahaan Daikin, Roda-Roda Ramadan Bagikan 1.000 Paket Sembako

Daikin menyalurkan 1.000 paket sembako melalui program Roda-Roda Ramadan kepada masyarakat dan lansia sebagai bagian…

1 hari ago

Program Arabian Delight Aryaduta Pekanbaru Hadirkan Menu Timur Tengah hingga Melayu Riau

Program buka puasa Arabian Delight di Aryaduta Pekanbaru diminati masyarakat. Tamu berkesempatan meraih hadiah umrah…

2 hari ago